Kota Pontianak Disiapkan Jadi Kota Metropolitan Perbatasan

Ia katakan juga bahwa kita semua tidak ingin kedepan Kota Pontianak ini kesulitan menyediakan infrastrukturnya.

Penulis: Syahroni | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/SYAHRONI
Suasana saat seminar sosialisasi Persiapan Penyusunan Dokumen Rencana Kawasan Permukiman (RKP) Kota Pontianak tahun 2017, di Aula Rohana Muthalib, Bapedda Kamis (23/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pontianak adalah sebuah kota metropolitan yang terletak di daerah perbatasan, oleh karena itulah perlu pembenahan dan penataan yang disiapka baik pemerintah daerah maupun pusat.

Baca: Sutarmidji Beberkan Keterbukaan Informarsi Anggaran Kota Pontianak di Jakarta

Kasubdit Standarisasi dan Kelembagaan Dirjen Cipta Karya Kementerian PU-PR, Firman Napitupulu, menuturkan Kota Pontianak ini sebetulnya kota yang sangat cepat berkembang apalagi tuntutan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi.

"Kalau boleh dibilang Pontianak ini adalah Kota Metropolitan yang berada di garda terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara luar. Kedepan pertumbuhan Pontiamak pasti semakin cepat terlebih perbatasan sudah dibangun oleh pemerintah pusat," ucapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak setelah acara pembukaan, sosialisasi Persiapan Penyusunan Dokumen Rencana Kawasan Permukiman (RKP) Kota Pontianak tahun 2017, di Aula Rohana Muthalib, Bapedda Kamis (23/3/2017).

Ia katakan juga bahwa kita semua tidak ingin kedepan Kota Pontianak ini kesulitan menyediakan infrastrukturnya.

Karena ini dampak dari pertumbuhan Kota Pontianak itu sendiri kedepannya.

Oleh karena itulah pemerintah pusat ingin menterpadukan atau mengintegrasikan seluruh program-program pembangunan dan pengembangan kota ini yang terintegrasi dalam satu perencanaan.

"Kedepan kita harapkan Pontianak ini setidaknya seperti Kuching Malaysia. Orang pergi ke kuching melihat rapi bersih dan Pontianak harusnya juga begitu. Ini juga merupakan persiapan dalam menghadapi pertumbuhan penduduk yang semakin hari semakin meningkat jangan sampai kedepan semakin ruwet," jelasnya.

Saat ini sesuai dengan instruksi presiden, negara harus membenahi kota-kota pinggiran terutama daerah perbatasan dan Pontianak ini yang mempunyai potensi besar.

Kota-kota di Pulai Jawa sudah terlalu padat, saat ini harus mengembangkan kota-kota diluar jawa.

"Dengan menyiapkan dokumen perencanaan pembanguan yang juga merupakan amanat UU, kita akan punya rencana induk pembangunan kota. Tentu seluruh masyarakat harus dilibatkan dalam menjalankan program ini," harapnya.

Selain itu ia juga katakan untuk energi Pontianak ini sangat berlimpah, sinar matahari sangat berpotensi dan ini yang juga harus dipikirkan pemanfaatn solar sel.

Ia tegaskan dalam penataan kota tidak semuanya harua ada penggusuran kecuali kawasan permukiman terpaksa digusur karenaa solusi penggusuran dapat memberikandampak yang baik.

Misalnya bangunan berada di aliran sungai itu terpaksa digusur dan jika yang lainnya cukup ditata.

"Kita ingin membenahi sistem pembangunan kota-kota di Indonesia memiliki standar yang telah ditentukan," tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved