Diskes Sintang Minta Kades Proaktif Sediakan Tempat Bagi Fasilitas Layanan Kesehatan
Sinto mengakui hingga kini dari total 391 desa di Kabupaten Sintang, masih banyak desa-desa belum punya Fasyankes memadai.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Sintang dr Harysinto Linoh meminta para Kepala Desa (Kades) bersikap proaktif dalam menyiapkan sarana pendukung Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes), terutama bangunan di masing-masing wilayahnya.
Ini menyusul keluhan para Kades terkait keberadaan tenaga kesehatan dan ketersediaan Fasyankes.
Sinto mengakui hingga kini dari total 391 desa di Kabupaten Sintang, masih banyak desa-desa belum punya Fasyankes memadai.
“Membangun seluruh fasilitas kesehatan di seluruh desa di Kabupaten Sintang perlu biaya besar. Saya minta Kepala Desa proaktif. Jika hanya mengandalkan anggaran Pemerintah Daerah (Pemda) untuk bangun Polindes (Pos Bersalin Desa) atau Puskesmas Pembantu (Pustu) perlu waktu lama,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Selasa (21/3/2017) siang.
Peran aktif Kades dipandang Sinto sebagai satu diantara upaya siasati keterbatasan Fasyankes.
Terkait ini, Diskes telah sampaikan dan lakukan pendekatan terhadap Kades.
“Saya minta bantu lah, Kades carikan rumah layak untuk tempat tinggal dan pelayanan kesehatan bagi petugas kami,” katanya.
Sinto mengatakan bangunan untuk Fasyankes harus berkategori layak.
Tidak perlu besar dan mewah.
Cukup bangunan kosong yang berada di desa, lantas direnovasi sedikit melalui Anggaran Dana Desa (ADD) atau Dana Desa.
"Ya, tempat yang layak. Jangan ditaruh di tepi tebing atau di tengah kuburan. Kalau itu sih tidak ada petugas yang mau. Kemudian saya juga minta jamin keamanan dan keselamatan petugas kami yang tugas di desa,” pintanya.
Ketika syarat ketersediaan tempat dan keselamatan terpenuhi, Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) diminta untuk merekomendasikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Puskesmas akan meninjau apakah usulan tempat itu dapat ditinggali.
“Jika itu terpenuhi, kami siapkan petugasnya. Pasti dikirim. Karena petugas kesehatan kita sebenarnya banyak. Namun, banyak nganggur dan tidak mau tugas di desa,” ucapnya.