Citizen Reporter
Budaya Nyeser Usir Hantu Pengganggu Hasil Panen
Biasanya hasil panen yang di persembahkan itu adalah padi dan buah–buahan yang diletakan di atas perahu kecil, kemudian di larungkan ke sungai.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Mirna Tribun
Citizen Reporter
Humas Setda Sanggau, Jimi N
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Suku Dayak Taba Syam di Desa Temiang Taba, Kecamatan Balai (Batang Tarang), Kabupaten Sanggau tetap tidak melupakan tradisi Nyeser di keseharian mereka.
Nyeser adalah ritual pengusir mahluk jahat yang mengganggu petani, ritual Nyeser dengan cara memberi persembahan berupa sebagian kecil dari hasil panen.
Biasanya hasil panen yang di persembahkan itu adalah padi dan buah–buahan yang diletakan di atas perahu kecil, kemudian di larungkan ke sungai.
Yaitu sungai Tayan (sungai kecil yang biasanya untuk menghanyutkan perahu lanting tersebut), sungai tersebut berada dekat dengan Dusun Syam.
Saat ritual berlangsung, masyarakat setempat ikut menyertakan Amot.
Amot merupakan penggambaran sosok mahluk yang jahat pengganggu hasil panen.
Amot ini digambarkan dalam sebuah topeng berwarna hitam dengan lidah menjulur dan mata melotot, makhluk tersebutlah yang di usir dengan syarat perahu yang di beri sesajen agar roh jahat ikut juga hanyut bersama dengan perahu lanting kecil tersebut.
Ritual ini dilaksanakan masyarakat setempat tiga tahun sekali.
Peninggalan para leluhur ini tidak boleh kita sia–siakan, karena ini adalah identitas suatu wilayah, suatu suku yang harus kita jaga dan pelihara.
Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot yang hadir pada upacara Nyeser itu menyampaikan, seperti apapun modelnya, dengan perkembangan jaman, ini tentu ada perbaikan tampilan tapi tidak boleh meningalkan budaya aslinya.
“Dengan mempertahankan tradisi seperti ini, seperti masyarakat disini luar biasa. Kalau ritual ini kita kemas dengan baik, tentu bisa menjadi potensi pariwisata, ” katanya saat menghadiri acara ritual Nyeser di Dusun Syam, Desa Temiang Taba, Selasa (14/3/2017).
Untuk itu, Ontot berharap tradisi ini dipertahankan dan dikemas lebih baik lagi supaya bisa kita perkenalkan ke masyarakat diluar.
“Ciri khas ritual Nyeser itu Amot ini, orang pasti akan tertarik untuk melihat Amot, ” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wakil-bupati-paolus-hadi_20170315_171433.jpg)