Pembangunan Pelabuhan Internasional di Kalbar Tunggu Keppres

Hal itu dilakukan setelah dipastikan Keputusan‎ Presiden sebagai payung hukum untuk pembangunan pelabuhan ini sudah keluar.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Rizky Zulham

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID. PONTIANAK - Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat, Munsin menyatakan pembangunan pelabuhan internasional akan segera dilakukan.

Hal itu dilakukan setelah dipastikan Keputusan‎ Presiden sebagai payung hukum untuk pembangunan pelabuhan ini sudah keluar.

"‎Informasinya Februari sudah keluar. Setelah itu baru bisa action. Berdasarkan rapat sebelumnya Keppres yang ditunggu," katanya, Sabtu (11/3/2017).

‎Munsin menjelaskan tidak ada perubahan luas wilayah yang akan digunakan untuk pembangunan pelabuhan ini. Pembangunannya sesuai dengan perencanaan tahap awal.

Baca: Pembangunan Pelabuhan Internasional Sudah Mendesak, Ini Penjelasan dari Pelindo

Ditargetkan tahun 2019 nanti sebagian terminal pelabuhan sudah beroperasi. Sebelumnya pun tim finalisasi Perpres Pembangunan Terminal Kijing sudah turun.

Pembangunan inipun diangkap menjadi skala prioritas karena mengingat konisi Pelabuhan‎ Dwikora Pontianak sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena masalah lahan yang terbatas.

Karena itu pembangunan ini menjadi pilihan terbaik untuk menunjang perekonomian Kalbar.

Munsin menuturkan jika pihaknya tidak terlibat dalam pembangunan yang mana sspenuhnya ditangani Pelindo II.

"Perhubungan ini kan hanya membimbing saja. Kami membantu dalam hal lain. Misalnya masalah sosial kemasyarakatan," jelas Munsin.

Ia berharap jika pembangunan itu sudah tuntas maka pertumbuhan ekonomi Kalbar semakin baik. Apalagi Kalbar memiliki komoditas primadona yakni sawit.

Selama ini minyak CPO asal Kalbar dikirim ke luar negeri melalui pelabuhan lain. Kondisi inilah yang membuat Kalbar tidak mendapat bagi hasil atas produk yang diekspor tersebut.

"Padahal kita memiliki jutaan ekspor sawit. Sawit menjamur di Kalbar tapi bagi hasil akan hal itu tidak ada," katanya.

Karena itu jika minyak tersebut diekspor langsung dari pelabuhan internasional di Kalbar, maka masyarakat juga akan merasaan hasilnya.

‎Pembangunan pelabuhan internasional Kijing merupakan satu dari 255 proyek strategis nasional (PSN). Pembangunan ini akan membuka akses perdagangan ke luar negeri.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved