Pedagang Panik, Tabung Gas Nyaris Meledak di Terminal Mempawah

Dari tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram menyemburkan gas serupa asap putih menebal ditengah gerimis tepat saat Mempawah usai diguyur hujan lebat.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Rizky Zulham

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kepanikan terjadi di terminal Mempawah. Hal ini lantaran sebuah tabung gas milik satu di antara pedagang jajanan kuliner di terminal Mempawah tiba-tiba menyemburkan gas, Rabu (15/2/2017) petang tadi.

Perisitiwa ini diduga terjadi masalag pada bagian katub tabung tersebut.

Dari tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram menyemburkan gas serupa asap putih menebal ditengah gerimis tepat saat Mempawah usai diguyur hujan lebat.

Tak ayal melihat kondisi tersebut, pemilik jajanan kuliner dan sejumlah pemuda disekitarnya yang memang akan memulai aktifitas berdagang berusaha mengatasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan terutama ledakan.

Baca: Mahmud Jabat Ketua Pengadilan Agama Mempawah

Sempat merasa panik, akhirnya satu diantara mereka meraih tabung yang masih mengeluarkan semburan gas untuk di lemparkan ke parit.

Kendati hanya berlangsung beberapa menit, namun kejadian itu sempat menimbulkan kecemasan dan kepanikan sejumlah orang yang ada disekitarnya saat itu.

Satu diantara saksi mata, Dede pemuda yang berupaya menghentikan semburan gas pada tabung gas tersebut mengungkapkan saat itu ia memang tidak berada jauh dari gas yang diduga mengalami kebocoran pipa tersebut.

"Saya tidak lihat langsung awalnya, hanya lihat orang-orang sudah teriak-teriak, jadi melihat kesitu sudah nyembur,"ujarnya.

Lantas ia bersama sejumlah pemuda lainnya yang juga pedagang jajanan kuliner di Terminal Mempawah ini berupaya untuk menghentikan semburan gas.

Ia mengatakan tabung gas tersebut sebetulnya baru diisi ulang oleh pemiliknya Jaka sehingga isinya awalnya penuh. "Tabungnya baru beli,"ujarnya.

Lantas kemudian dikatakannya sempat masing-masing merasa takut untuk menghentikan semburannya gas yang terus mendesis lantaran panik, hingga ia dengan aksi heroiknya menghentikan semburan gas dengan melemparkan ke parit pinggir jalan.

Namun lantaran didekat parit tersebut ada sejumlah pedagang jajanan kuliner lainnya yang tentu menggunakan tabung gas untuk memasak, ia lantas meminta pedagang lainnya terutama yang terdekat untuk mematikan gas.

"Orang nyuruh lempar-lempar, dekat disitu ada yang jual kacang, kalau tidak dimatikan gasnya nanti kena,"ujarnya.

Ia mengatakan banyak persoalan gas mengalami kebocoran itu lantaran masalah katup gas dan karet pengaman yang bermasalah.

"Saya pernah juga, paken (karet pengaman) nya itu sangkut ke picunya, pas mau dibetulkan, jadi gas itu keluar karena picunya tertekan,"ujarnya.

Hanya beruntung usai dihentikan kebocoran gas tersebut dengan dilempar ke parit tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved