Citizen Reporter
Pesan Presiden Pada Hari Pers
Menurutnya, kekuatan peran media sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi kepada masyarakat untuk berhati - hati terhadap berita Hoax.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Mirna Tribun
Citizen Reporter
Rinto Humas Pemprov Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Hadir pada Hari Pers Nasional di Ambon Prov Maluku, Kamis (9/2/2017).
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Prov Kalbar H. Syarif Yusniarsyah sangat mengapresiasi pesan yang telah disampaikan oleh Presiden RI Jokowi.
Menurutnya, kekuatan peran media sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi kepada masyarakat untuk berhati - hati terhadap berita Hoax.
Kehadian media sosial yang memungkinkan tiap orang untuk membuat dan menyebarkan berita memang menjadi tantangan tersendiri. banyak sekali konten edukasi yang bisa kita dapatkan melalui media sosial, tapi tidak sedikit pula berita - berita bohong (Hoax) yang bebas beredar di dalamnya.
Presiden Jokowi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berupaya dalam menjernihkan situasi.
Ia juga meminta seluruh pihak untuk menghentikan penyebaran berita-berita bohong dan fitnah yang dapat mengakibatkan perpecahan bangsa, utamanya yang beredar melalui media sosial.
Dalam situasi ini, media arus utama seharusnya dapat mengambil peran.
“ Peredaran Berita Hoax yang belakangan ini menjadi fenomena tersendiri tak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan juga di seluruh dunia, inilah era keterbukaan yang mau tidak mau harus kita hadapi. namun, presiden Jokowi menyakini bahwa ke depan masyarakat kita akan semakin cerdas dalam menyikapinya, “ ujar H. Syarif Yusniarsyah.
Pada acara tersebut Presiden RI Jokowi menghimbau agar semua insan pers dan pemerintah bersama - sama menangkal hoax, berita fitnah, dan berita yang memecah belah, serta harapan untuk terus memperteguh komitemen indonesia yang harmoni dan menjadikan ekonomi yang merata di seluruh bangsa Indonesia.
Presiden yakin indonesia dapat menahan segala ujian dan tantangan yang menjadikan bangsa indonesia menjadi bangsa yang unggul di segala bidang.
“Media arus utama harus mampu meluruskan hal yang bengkok, menjernihkan kekeruhan yang terjadi di media sosial, dan tidak lantas ikut larut dan malah memungut isu-isu yang belum terverifikasi di media sosial sebagai bahan berita, ” tegas Jokowi.
Jokowi memberikan perhatian yang sangat besar atas kegandrungan masyarakat saat ini terhadap media sosial. media mainstream yang tidak bisa beradaptasi dengan cepat akan berguguran.
Fenomena banyaknya berita bohong atau hoax di media sosial tidak akan bisa di hindarkan.
Untuk media maintream masih bisa dilakukan komunikasi dengan pengelola, namun untuk medsos tidak bisa dilakukan hal yang sama.
Presiden Jokowi sangat mengapresiasi Dewan Pers yang telah melakukan upaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pers melalui verifikasi dan sertifikasi kepada perusahaan pers/media yang membawa kebenaran yang faktual,obyektif,dan displin, ungkap Syarif Yusniarsyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hoax_20170209_171303.jpg)