Catut Nama Kapolres Kayong Utara

BREAKING NEWS: Kepala BPBD Kayong Utara Bantah Ikut Terlibat Penipuan

Saya beli makanan ringan tempat Aseng, pas sampai di depan Laris Manis, dia (Kapolres) menelphone...

Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Rizky Zulham
Net
Ilustrasi penipuan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA – Kepala BPBD Kayong Utara Tri Yanto mengklarifikasi pernyataan Aseng , yang mengatakan bahwa dirinya menjembatani pinjaman uang yang mengatas namakan Kapolres Kayong Utara.

Menurut Tri Yanto, saat itu dirinya belum pernah meminta nomor Kapolres secara langsung.

Sebelum kejadian tersebut, dirinya pernah di telephone orang yang mengaku AKBP Arief Kurniawan yang saat ini menjabat Kapolres, namun saat menelpon dirinya, diakui Tri Yanto, dirinya hanya membahas masalah Karhutla Semanai.

Kamis (19/1), dirinya pergi ke Mini Market milik Aseng, niat datang kesana dikatakannya hanya untuk belanja makanan ringan, namun bertepatan pada waktu itu orang yang mengaku Kapolres menelphone dirinya.

Baca: Catut Nama Kapolres, Pengusaha Kayong Utara Tertipu Rp 50 Juta

Baca: Polres Kayong Utara Libatkan Polda Kalbar

Saat itu dikatakan Tri Yanto, dirinya hanya membahas masalah mobil kepolisian dari Polda untuk di kirim ke Polres Kayong Utara, setelah itu orang yang mengaku Kapolres ini meminta Tri Yanto untuk memberikan handphonenya kepada Aseng, karena ada keperluan yang ingin di bicarakan, Tri Yanto pun tanpa curiga langsung memberikan handphone miliknya, setelah itu menurut Tri Yanto, Aseng memberikan nomor handphonenya kepada Kapolres, tapi apa isi dari pembicaraan Tri Yanto tidak mengetahui.

“Saya beli makanan ringan tempat Aseng, pas sampai di depan Laris Manis, dia (Kapolres) menelphone, mau belanja ya pak katanya, saya bilang mau beli makanan ringan, biasalah saya bilang untuk nonton Tv. Dia bilang, begini Pak Tri Polres kan mendapatkan bantuan 3 unit mobil dari Polda, cuma kami masih terkendala masalah dana pengiriman, saya bilang, oh gitu pak, terus dia bilang boleh tidak saya bicara dengan pak Aseng sebentar, langsunglah mereka bicara pakai handphone saya, awalnya memang tidak mau, tapi saya bilang orang ini mau bicara dengan pak Aseng. Pas berbicara pak Aseng menyebutkan nomor dia, habis itu (Aseng) memberikan nomor dia, handphone saya di kembalikan, untuk selanjutnya orang itu berbicara langsung ke handphone Aseng, apa yang di bicarakan saya betul-betul tidak tahu, jadi orang itu (Kapolres) belum pernah berbicara rupiah, apa lagi nominal dengan saya,” jelas Tri Yanto, Rabu (25/1).

Setelah berkomunikasi melalui handphone Aseng, dikatakan Tri Yanto, Aseng meminta dirinya untuk menemankan ke Bank, karena Kapolres meminta bantuan dia, Tri Yanto pun menemankan Aseng ke Bank BRI, setelah melakukan transfer pertama sebesar 35 juta, di dalam perjalanan pulang Aseng di telephone lagi oleh orang yang mengaku Kapolres ini, dan meminta Aseng mengtransfer lagi untuk menggenapkan 50 juta, Aseng pun kembali ke Bank mengtransfer uang sebesar 15 juta, tidak sampai di situ, orang yang mengaku Kapolres ini kembali meminta Aseng untuk mengtarnsfer lagi 50 juta, sehingga total uang yang di pinjam 100 juta. Namun Tri Yanto menyarankan Aseng untuk ke Polres, menghadap Kapolres langsung karena diakui Tri Yanto jumlah uang yang di pakai tidak sedikit.

“Habis itu Aseng minta kawankan ke Bank, saya antarkanlah, Aseng transfer, sesudah Transfer Aseng ngajak pulang, mobil baru jalan 2,3 meter orang itu nelphone Aseng lagi, komunikasi lagi dengan Aseng, saya tidak tahu apa yang di komunikasikan, karena tidak di loudspeaker, dia bilang bentar pak Tri dia (Kapolres) minta tambah, dia langsung turun, saya turun dari mobil saya tunggu di luar. Habis itu dia bilang, tadi saya transfer 35 juta, Cuma dia minta genapkan 50, saya transfer lagi 15 juta. Jadi saya pulang (sama ASeng) terus orang itu menelphone lagi ke Aseng, saya tanya ke Pak Aseng, ada apa lagi, rupanya minta genapkan 100 juta, loh saya bilang yang benar, terus Pak Aseng saya ajak ke Polres dulu, akhirnya Aseng ikut ke Polres, “tutur Tri Yanto.

Lanjutnya, berdasarkan pembicaraan di telephone antar Aseng dan orang yang mengaku Kapolres ini tepat, karena saat Tri Yanto mengecek ke piket Polres saat itu Kapolres memang sedang ada rapat dengan Divisi Humas Polda. Aseng dan Tri Yanto pun tidak dapat bertemu langsung dengan Kapolres, dan kembali kerumah.

“Pas saya mau masuk ke Polres sama Aseng, orang itu menelphone Aseng, komunikasi lah dengan Aseng, saya tanya ngomong apa lagi dia pak Aseng, terus Aseng bilang kita tidak bisa menemui Kapolres, katanya ada Divisi Humas dari Polda. Saya bilang kita sudah sampai di Polres, saya lapor dulu ke piket, saya ngadap piket, saya tanya ke Piket, saya mau menghadap Kapolres, terus yang piket bilang tidak bisa, karena ada Kepala Divisi Humas dari Polda, yang saya heran, apa yang di omongkan orang itu (Kapolres) dengan Aseng via telephone, itulah keadaan di Polres saat itu, itu yang buat saya bingung,” tambah Tri Yanto.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved