Ini Keuntungan Dibukanya PLBN Aruk
Hanya saja untuk dibukanya PLBN tersebut diakui Zainul memerlukan kesepakatan bilateral kedua negara...........
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Forum Masyarakat Peduli Perbatasan, Zainul Arifin mengatakan idealnya setiap kabupaten yang berbatasan dengan negara tetangga hendaknya dibuka pintu resmi (PLBN).
Termasuk kata Zainul PLBN Aruk di Kabupaten Sambas.
Hanya saja untuk dibukanya PLBN tersebut diakui Zainul memerlukan kesepakatan bilateral kedua negara.
"Bagi kita sangat berharap PLBN ini segera dibuka, karena multiplayer effeck dari pembukaan PLBN ini sangat besar bagi daerah, khususnya bagi Kabupaten Sambas. PLBN Aruk pasti akan menjadi pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut dan penciptaan lapangan kerja,"ujar Zainul pada Sabtu, (21/1/2017).
Zainul mengatakan selain itu PLBN membuat adanya kemudahan bagi masyarakat perbatasan Sambas.
Hal tersebut tentunya kata dia untuk memasarkan produk pertanian, perkebunan, kehutanan, kerajinan, industri kecil dan menengah ke negara Jiran secara resmi.
Pastinya pihaknya juga berharap aktivitas ekonomi memberikan kontribusi bagi PAD.
"Tak hanya itu banyak manfaat lainnya, adanya kemudahan memperoleh bahan-bahan kebutuhan pokok dan rumah tangga. Harganya relatif lebih murah jika dibandingkan didatangkan dari Pontianak atau dari Jawa karena ongkos angkut yang lebih murah,"ujar Zainul.
Kedepan ia mengaku jika kegiatan ekspor impor sudah diperbolehkan maka negara dan daerah akan mendapatkan pemasukan berupa pajak ekspor dan bea masuk impor.
Sedangkan bagi TKI atau TKW asal Sambas yang bekerja di Malaysia dan Brunei diharapkan dengan PLBN ini kata Zainul keluar-masuk melalui PLBN Aruk.
"Sehingga tidak perlu lagi via PLBN Entikong dan ke depan dapat menjadi sebuah pemikiran untuk dibuat Perda agar para TKI dan TKW ini dikenai kontrbusi untuk PAD. Bagi para pengusaha PLBN ini dapat menjadi amuntuk yang jarak angkutnya labih dekat dan murah sesuai tujuan ekspor atau impor," ujar Zainul yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha dan Perdagangn Perbatasan (AP3I) Kalbar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/plbn-aruk_20170120_175916.jpg)