Citizen Reporter
Samion Harap Pemda Angkat Guru Kontrak
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi para mahasiswa baik di sekolah-sekolah penempatan maupun di masyarakat,
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
Citizen Reporter
Humas Setda Kabupaten Sanggau, Baliya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Sanggau menjadi salah satu daerah yang menjadi pilihan lokasi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Praktik Pengalaman Lapangan (KKM-PPL) terpadu IKIP-PGRI Pontianak selama 6 bulan yang dimulai sejak bulan Agustus 2016 sampai dengan Januari 2017.
“Tahun ini merupakan tahun ke-enam berlangsungnya program KKM-PPL Terpadu, ” kata Rektor IKIP PGRI Pontianak, Prof Samion AR dalam sambutannya pada acara Penarikan Mahasiswa KKM-PPL Terpadu di Gedung Balai Betomu, kemarin.
Jumlah mahasiswa yang diturunkan sebanyak 1500 orang yang disebarkan diseluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Di Sanggau, lanjutnya, ada 135 mahasiswa yang ditempatkan di 12 kecamatan kecuali Noyan, Entikong, dan Mukok.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi para mahasiswa baik di sekolah-sekolah penempatan maupun di masyarakat, ” ujarnya.
Putra asli Kabupaten Sanggau itu juga berharap Pemerintah Daerah dapat mengangkat tenaga guru kontrak daerah. Hal ini menurutnya tentu dapat mengurangi kekurangan tenaga pengajar di pelosok-pelosok daerah.
“Karena untuk Kalimantan Barat, kita kekurangan guru antara 1500 sampai 2500 guru hampir di setiap Kabupaten/Kota, ” terangnya.
Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot memberi apresiasi kepada rektor IKIP-PGRI Pontianak atas kiprahnya di dunia pendidikan. “Saya angkat jempol pak profesor ini pendekar,” ungkapnya disela-sela memberikan sambutan.
Sanggau, menurutnya, merupakan langganan IKIP PGRI Pontianak sebagai lokasi KKM PPL bagi para mahasiswanya. Disisi lain, langkah ini secara tidak langsung menjadi bagian dalam memperkenalkan IKIP PGRI Pontianak di daerah, khususnya di Kabupaten Sanggau.
Ontot mengungkapkan bahwa mahasiswa merupakan parameter utama. Sejauh mana mahasiswa dapat membawa dirinya dan mampu melakukan hal-hal yang sudah menjadi program itu (KKM PPL).
“Mahasiswa IKIP-PGRI merupakan generasi tenaga pendidik yang mampu memberikan lampu penerangan kepada anak didik dan juga masyarakat, ” ujarnya.
Mahasiswa, lanjutnya, juga harus dapat mengembangkan dirinya diluar program-program yang sudah ada (KKM PPL), karena sebagai calon guru harus mampu mengetahui kondisi sosial masyarakat setempat.
Guru juga merupakan agent of change, yaitu sebagai agen perubahan dalam bentuk apapun. Tidak hanya di depan sekolah, namun juga disisi lainnya yang dimulai dari sekolah.
“Misalnya sering buang sampah sembarangan, pelan-pelan mulai berubah, buatlah sekolah menjadi hijau dan bersih, mulai dari WC hingga ruang Kepala Sekolahnya harus bersih, ” ujarnya.
Ontot menambahkan, apapun kelak profesi mahasiswa ini harus pandai dalam segala hal, apakah nantinya menjadi guru, pengusaha, atau apapun ketika kembali ke daerah asal harus tetap menjadi agen perubahan yang baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/mahasiswa-ppl-kkm_20170119_155802.jpg)