Tandililing: Jadikan Kota Singkawang Pusat Pendidikan dan Kebudayaan
"Untuk itu harus dibenahi gedung, fasilitas dan tenaga pengajar harus ditata rapi
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pengamat politik Untan, Prof Dr AB Tandililing mengatakan, Kota Singkawnag terkenal dan dikenal orang menjadi kota kedua setelah Kota Pontianak.
"Walaupun dari segi luas, Kabupaten Ketapang atau Sintang lebih luas, tetapi dari segi bangunan pengelolaan pemerintahan menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan di Pantai Utara," jelasnya, Rabu (18/1/2017).
Seolah-olah semua terkonsentrasi di Kota Singkawang meskipun ada beberapa kabupaten seperti Kabupaten Sambas, Bengkayang dan Mempawah di daerah Pantai Utara.
Sehingga Kota Singkawang bisa menjadi barometer di Pantai Utara. Apa yang sudah baik ini ketika terpilih nanti, harus ditingkatkan dan diperbaiki. Selain itu perlu dikelola dengan baik pemerintahan yang baik menjadi pusat pendidikan.
"Untuk itu harus dibenahi gedung, fasilitas dan tenaga pengajar harus ditata rapi. Termasuk keberadaan perguruan tinggi di sana. Kebutuhan sekolah kejuruan dan menjadikan pusat kebudayaan," tambahnya.
Kota Singkawang selain terkenal kota budaya Tionghua, tetapi orang yang bermukim di sana sangat beragam. Budaya lainnya seperti melayu maupun dayak harus juga ditonjolkan.
Keamanan dan kenyamana buat masyarakat juga menjadi hal penting. Aparat keamanan harus senantiasa menjaga situasi yang kondusif agar tidak terjadi gesekan-gesekan.
Tata kelola pemerintahan yang bersih bisa dalam dua versi. Pertama dalam arti fisik bagaimana menata lingkungan Kota Singkawang lebih indah dan mungkin lebar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/debat_20161228_205119.jpg)