HP Raib di Rumah Sakit

Pasien Kecewa Respon RSUD dr Rubini Mempawah

Ia menyayangkan sikap rumah sakit yang enggan memberikan keterangan dengan menemui keluarga pasien langsung.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DHITA MUTIASARI
Rumah Sakit Rubini Mempawah, Selasa (10/1/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sepekan kejadian kecurian sejumlah barang berharga yang terjadi di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Rubini Mempawah, keluarga pasien yang juga korban peristiwa kecurian mengaku kecewa dengan respon rumah sakit yang dinilai tidak kooperatif dengan masalah keamanan di rumah sakit.

"Kita kesal kelalaian pihak rumah sakit karena keamanannya,"ujar Dadang (33), Senin (16/1)

Ia menyayangkan sikap rumah sakit yang enggan memberikan keterangan dengan menemui keluarga pasien langsung.

Bahkan saat ia mencoba untuk bertemu direktur rumah sakit, direktur rumah sakit enggan menemui dengan alasan sudah dimuat di media beberapa waktu lalu.

Baca: Maling Gondol HP Pasien RSUD Rubini Mempawah

"Kok begitu, jadi kita mau mencari solusinya bagaimana,"ujarnya.

Terlebih dikatakannya persoalan kecurian di rumah sakit bukan kali ini saja menimpa pasien, melainkan juga pernah menimpa pasien-pasien lainnya sehingga ia mempertanyakan antisipasi keamanan di rumah sakit seperti apa.

"Karena kita ikut aturan rumah sakit menjaga pasien tidak boleh ramai, hanya saya bersama anak saya 6 tahun 8 bulan, karena tahan kakak dan mamak saya mau menjaga istri saya tahan,"ujarnya.

Saat itu, ia mengaku dua malam berjaga dan tidak tidur dalam menjaga istri, hingga ketika istrinya sudah merasa sedikit nyaman dengan kondisinya, ia pun tertidur pulas saat malam kejadian.

"Bagaimanalah namanya kita menjaga pasien pasti capek, dua hari tidak tidur,"ujarnya.

Namun nahas akhirnya sebanyak 4 unit hp dan tas kecil berisi sejumlah surat berharga raib digondol maling.

"Rumah sakit sini kan, kita sendiri ngedor perawat untuk dikontrol infus, padahal diruangan itu ramai harusnya ada yang jaga di meja,"ujarnya.

Ia kemudian menyayangkan pihak keamanan jarang mengontrol keamanan terutama ke belakang rumah sakit.

Bahkan pada saat kejadian, satpam yang bertugas juga hanya satu orang, padahal idealnya ada dua orang berjaga.

"Sedangkan satpam juga ikut membantu di ruang IGD, alasannya memang harus karena membantu pasien ke mobil, padahal itu kerjanya perawat,"ujarnya.

Lebih diperparah dikatakanya saat ia akan melihat rekaman CCTV, satpam yang bertugas piket tidak kooperatif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved