Dinsos Amankan Seorang Wanita Hamil yang Stres
Ia membuat ulah dengan memecahkan kaca mobil, dan memukul anak gadis serta sempat dikeroyok oleh masa
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Aswin Djafar mengaku konsen dalam penanganan terhadap orang gangguan jiwa di Kota Pontianak yang terus mengalami peningkatan.
"Memang saat ini terjadi tren peningkatan terhadap kasus orang dengan penderitaan gangguan jiwa, namun kebanyakan bukan orang Pontianak," ujar Aswin, Rabu (4/1/2017).
Bahkan disampaikannya juga pihaknya baru saja menangani kembali satu orang dengan gangguan jiwa berasal dari Kubu Raya.
"Ia membuat ulah dengan memecahkan kaca mobil, dan memukul anak gadis serta sempat dikeroyok oleh masa," cerita Aswin.
Saat ini orang tersebut telah diamankan di RS Jiwa. Ia katakan kalau pihaknya tetap berupaya dengan maksimal untuk menangani hal semacam ini, agar Kota Pontianak bisa bebas dari orang gila terutama yang berkeliaran.
Selain itu, lanjut dia ada wanita yang stress diamankan di Pontianak Utara, bernama La ketika ditanya dan belum tahu asal usulnya dari mana. Saat ini La disebutkan Aswin tidak hanya sekedar Stress tapi juga sedang hamil.
La yang yang mengalami gangguan jiwa saat ini juga sudah dibawa pihak Dinsos ke RS Jiwa untuk mendapatkan penanganan dari para petugas.
"Kita dari dinas juga meminta peran dari masyarakat Kota Pontianak dan para Ketua RT setempat untuk memperhatikan itu, jika ada orang dengan gangguan jiwa tolong diurus surat-surat administrasi kependudukanny, agar kami dari pihak dinas bisa mengurus bantuan seperti Kartu KIS dan BPJS kemudian akan dimasukan ke RS Jiwa," pintanya.
Kalau mereka dimasukan di RS Jiwa tidak ada BPJS itu sangat mahal, "Siapa yang mau membayar, kita juga tidak punya biaya dan saya harap pihak masyarakat dan keluarga jika di Kota Pontkanak ini harus diurus administrasi kependudukannya agar kami bisa mempasilitasi pengurusan bantuan yang ada," kata Aswin.
Diakui Aswin, yang membuat ribet dan susah memang orang gila dari luar daerah yang bukan wewenang mereka untuk mengurus administrasinya.
Saat ini juga dikatakannya bahwa UPRS di Pal V sudah penuh menampung 42 orang yang sudah tenang setelah di obati di RS Jiwa.
Disampaikannya bahkan orang gangguan jiwa yang ditangani ada yang berasal dari Samarinda dan ada juga TKI yang menjadi stress.
Ditegaskan Aswin jika yang berasal dari luar daerah maka akan dikembalikan ke daerahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/la-diamankan_20170104_141415.jpg)