Januari Hingga Maret, Warga Panen Ubur-ubur di Pantai Paloh

Tempat wisata ini sudah mendapat perhatian dari pemda, tentunya potensi yang ada sangat banyak, baik keindahan alam kemudian vegetasi yang ada di....

Penulis: Zulfikri | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/RAYMOND KARSUWADI
Hairiah saat melepas tukik di pantai kampak indah, minggu (18/12/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Raymond Karsuwadi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengatakan objek wisata Pantai Kampak Indah telah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dengan melihat potensi dari pantai tersebut.

"Tempat wisata ini sudah mendapat perhatian dari pemda, tentunya potensi yang ada sangat banyak, baik keindahan alam kemudian vegetasi yang ada di sepanjang hamparan pantai ini," ujarnya, Minggu (18/12/2016).

Baca: Fasilitas Penunjang Pariwisata di Pantai Kampak Indah Masih Minim

Lanjutnya selain vegetasi yang ada dan alam yang sangat indah, pengunjung yang datang dapat melakukan berbagai macam aktifitas di sepanjang pantai, mulai dari berenang dan berjalan di pantai.

"Pengunjung dapat melakukan aktivitas berenang, dan pada waktu tertentu dapat melihat aktifitas penyu bertelur, pada bulan juni september, bagaimana penyu bertelur naik ke darat dan menggali pasir," lanjutnya.

Selain itu Kecamatan Paloh memiliki potensi yang dapat juga meningkatkan pemasukan masyarakat mulai dari potensi kelautan hingga perkebunan.

"Kelautan kita tahu ada ubur-ubur, pertanian ada lada, pada waktu Januari, Febuari, Maret, masyarakat bisa memanen ubur-ubur dengan banyak, tinggal SDM nya saja mampu atau tidak," katanya.

Melihat potensi yang ada dibarengi kawasan pantai yang merupakan wilayah konservasi pengawasan, pengelolaan dan kontrol tentunya perlu untuk menjaga ekosistem yang ada.

"Pantai ini memiliki potensi yang berhubungan satu dengan yang lain, kita beruntung disini kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sangat baik melalui kelompok yang sadar pentingnya agar tidak merusak lingkungan, maupun mencuri telur penyu," katanya.

Hairiah mengungkapkan bahwa tidak semua daerah di Indonesia mempunyai kelompok pengawas penyu, hanya di beberapa daerah saja yang memilikinya.

Kecamatan Paloh memiliki beberapa tempat tujuan wisata yang sangat baik, di antaranya Temajuk, tetapi infrastruktur penunjang seperti jalan memang masih jauh dari layak.

"infrastruktur penunjang, dalam 3 tahun ini kedepan kami prioritaskan infrastuktur, dan sudah masuk agenda prioritas RPJMD kabupaten," ujarnya.

Hairiah juga mengatakan bahwa untuk konservasi, pemda akan menginisiasi Kecamatan Paloh supaya jadi sebuah wilayah konservasi penyu yang ada di Kalbar.

"Untuk konservasi penyu sedang menginisiasi supaya SK Gubernur menetapkan Kecamatan Paloh ini, sebagai wilayah konservasi penyu, tapi secara nasional Kecamatan Paloh ini adalah satu dari tujuh wilayah nasional yang ditetapkan sebagai wilayah konservasi penyu," ujarnya.

Lanjutnya maka dari itu diperlukanlah sebuah kebijakan dari provinsi yang akan diturunkan dan dapar diimplementasikan aksinya di daerah, yang dapat di elaborasi dengan program-program yang berkaitan dengan konservasi.

"Diperlukan kebijakan tingkat provinsi, yang akan diturunkan sebagai rencana aksi daerah yang akan berelaborasi dengan program program di daerah, terkait tempat pariwisata yang ada konservasinya, di perda sudah ada melalui rencana tata ruang dan perkembangan tata wisata daerah," pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved