Kapal Nelayan Tenggelam

BREAKING NEWS: Dua Kapal Nelayan Ketapang Tenggelam! 3 Selamat, 5 Hanyut di Laut

Kapal nelayan berisi tiga orang dan kapal pemancing berisi lima orang tenggelam di perairan Ketapang.

Tayang:
Penulis: Subandi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Korban kapal nelayan tenggelam di perairan Tanjung Belandang, Yandi (tegah), saat ditemui di rumahnya, Desa Sei Awan Kiri, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Senin (12/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Kapal nelayan bermuat tiga orang dan kapal pemancing bermuat lima orang tenggelam di perairan Ketapang, Minggu (11/12/2016).

Dua kapal tersebut tenggelam setelah diterjang gelombang tinggi sekitar tiga meter.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Ketapang, Kamel mengaku mengetahui ada kapal tenggelam berdasarkan laporan Kapten Kapal Cahaya Muda.

Kapten itu melihat tiga nelayan mengapung menggunakan tutup fiber di muara laut, sekitar pukul 14.30 WIB.

"Tiga orang itu ternyata para pemancing berasal dari kampung sampit. Mereka ada lima, namun tiga hanyut bersama menggunakan tutup fiber. Sedangkan dua hanyut terpisah menggunakan jerigen,” ungkap Kamel, dihubungi melalui ponselnya, Selasa (12/12/2016).

Baca: Keluarga Korban Kecewa Kinerja Basarnas Ketapang

Baca: Kisah Tiga Saudara Mampu Bertahan 13 Jam Melawan Ombak Laut

Menurutnya pelapor tidak bisa membantu karena arus deras.

Kemudian kapalnya tak bisa masuk muara karena air tidak dalam.

Kemudian pihaknya berkoordinasi sama Angkatan Laut, Pol Air dan langsung ke lokasi tiga korban tersebut.

Ketika di lokasi pihaknya tidak menemukan korban.

Pihaknya terus mencari korban ke arah selatan laut hingga sekitar 5 mil dari lokasi yang dilaporkan.

Saat melakukan pencarian pihaknya ditelepon warga lain.

Warga itu melaporkan tiga kerabatnya melaut sejak subuh hingga sore tak pulang.

Informasinya juga tenggelam dihantam ombak.

“Jadi yang tenggelam, satu kapal pemancing berisi lima orang dan satu kapal nelayan berisi tiga orang,” kata Kamel.

Ia mengungkapkan saat melakukan pencarian ombak lumayan tinggi dan arus deras.

Sehingga pukul 17.00 pihaknya memutuskan kembali ke muara.

Kemudian pencarian dilakukan sambil berkomunikasi sama masyarakat dan nelayan yang pergi merawai.

Tujuannya agar menginformasikan ke pihaknya jika menemukan tanda-tanda keberadaan kapal atau korban tersebut.

Kemudian pada pukul 22.30 WIB pihaknya menerima laporan nelayan telah  menemukan tiga pemancing di perairan Tanjung Belandang.

Mendapat laporan itu pihaknya langsung ke lokasi melakukan evakuasi.

“Kita evakuasi tiga pemancing itu dalam kondisi selamat. Kemudian pukul 24.00 kita mendapatkan laporan lagi, dua pemancing lainnya ditemukan di perairan Tanjung Belandang,” ucapnya.

Pihaknya pun langsung melakukan evakuasi dua pemancing itu dan dibawa ke shelter Basarnas dalam kondisi selamat.

Sedangkan tiga nelayan lainnya ditemukan nelayan di perairan tanjung belandang, Senin (12/12) pukul 01.45.

“Nelayan tersebut merupakan tiga bersaudara. Mereka mengapung menggunakan fiber penyimpanan ikan. Saat kami evakuasi ketiganya dalam kondisi sehat. Tapi mereka kedinginan karena terlalu lama terendam,” ungkapnya.

Ia memaparkan tiga orang di kapal nelayan tersebut yakni Idrus (40), Yandi (35) dan adiknya Dardi (19).

Sedangkan lima pemancing tersebut yakni Jamil (40), Budi (24), De'en (34), Jalil (31) dan Ade (19).

Ia menjelaskan berdasarkan informasi yang didapat pihaknya.

Kapal nelayan itu tenggelam saat berada di timur laut muara sekitar 5 mil dari daratan Ketapang. Saat kejadian cuaca tiba-tiba berubah dan ombak meninggi hingga tiga meter.

Sedangkan kapal pemancing terjadi ketika hendak hendak pulang.

Saat hendak memasuki muara tiba-tiba ombak menghantam kapalnya.

Sebab itu ia mengimbau nelayan, pemancing maupun penyedia jasa transportasi air.

 Semuanya agar selalu waspada ketika melakukan aktivitas di laut.

Lantaran saat ini kondisi cuaca sering berubah-ubah dan ekstrem yang bisa membahayakan keselamatan.

Sebelum berangkat agar memeriksa kondisi kapal.

Mempersiapkan peralatan keselamatan dan jangan memaksa berangkat jika kondisi tidak memungkinkan.

Kemudian berkoodinasi sama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui prediski cuaca.

Tujuannya sebagai antisipasi hal-hal tak diinginkan ketika beraktivitas di laut.

Jika mengetahui ada kapal tenggelam agar segera melapor kepada pihaknya ke nomor Emergency 115 atau ke nomor telepon Kantor SAR Ketapang 0534-34950.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved