Update Banjir Sintang: 2.718 KK Terdampak, Kayan Hulu Terparah

Update data banjir terbaru dari BPBD Kabupaten Sintang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Madrosid
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
BANJIR - Update terbaru kasus banjir di Sintang mencapai 2000 an. Anak-anak korban banjir bertahan di atas kayu apung. Berdasarkan laporan sementara Pusdalops TRC BPBD, banjir di tiga kecamatan kini berdampak pada 2.718 kepala keluarga (KK), dengan kondisi terparah terjadi di wilayah Kayan Hulu dan Kayan Hilir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Update data banjir terbaru dari BPBD Kabupaten Sintang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang hingga Minggu malam, 17 Mei 2026 pukul 21.00 WIB. 

Berdasarkan laporan sementara Pusdalops TRC BPBD, banjir di tiga kecamatan kini berdampak pada 2.718 kepala keluarga (KK), dengan kondisi terparah terjadi di wilayah Kayan Hulu dan Kayan Hilir. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Benyamin, menyampaikan bahwa data masih terus berkembang seiring pendataan dari pemerintah kecamatan dan desa. 

Di Kecamatan Kayan Hulu, banjir dilaporkan merendam 13 desa dengan total 1.811 KK terdampak. Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan jembatan gantung di Desa Nanga Toran roboh sehingga akses warga terputus. 

Sementara di Kecamatan Kayan Hilir, tercatat sembilan desa terdampak dengan total 748 KK. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai 1 hingga 3 meter. 

Baca juga: 6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Jadwal Puncak Banjir Rob Pontianak Mulai 19 Mei 2026

Meski demikian, belum ada laporan korban jiwa. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah tetangga maupun ke lokasi yang lebih tinggi. 

Banjir juga terjadi di Kecamatan Kelam Permai, tepatnya di Desa Bengkuang. Dua dusun yang terdampak yakni Dusun Gembala dan Dusun Belungkak, dengan jumlah 159 KK atau 509 jiwa terdampak. 

Secara keseluruhan, BPBD mencatat tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

"Namun, kebutuhan mendesak yang mulai terlihat di lapangan antara lain perahu karet untuk evakuasi, makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, serta bantuan untuk perbaikan jembatan gantung di Nanga Toran," kata Benyamin. 

Sebelumnya, banjir di Kayan Hulu juga telah menyebabkan satu rumah warga hanyut total dan satu rumah lainnya bergeser di Desa Nanga Abai akibat luapan Sungai Tebidah. 

Peristiwa tersebut dilaporkan jajaran kepolisian setempat dan tidak menimbulkan korban jiwa. 

BPBD Kabupaten Sintang menyatakan tim masih terus melakukan pendataan dan pemantauan kondisi di lapangan, mengingat debit air di sejumlah wilayah hulu masih berpotensi meningkat jika curah hujan kembali tinggi.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved