Jurnalis di Mempawah Sampaikan Aspirasi
Tak hanya itu, ia berharap antara jurnalis di Mempawah dapat saling berkoordinasi dan tidak ada jarak.
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dalam menyampaikan aspirasi, saran dan kritik, sejumlah insan pers di Kabupaten Mempawah baik harian maupun mingguan bahkan online, cetak, hingga radio di Kabupaten Mempawah larut dalam berdiskusi persoalan jurnalistik yang kerap ditemui di lapangan.
Seperti halnya yang disampaikan oleh satu diantara perwakilan dari wartawan media mingguan Junaidi yang mengatakan terhadap jurnalisme yang sifatnya ilegal dapat diberikan efek jera.
"Menurut saya kami applause yang disampaikan ketua I-Jari, kalau bisa kaitan pencatutan wartawan atau media yang sifatnya illegal, dapat diberikan efek jera," ujarnya.
Baca: Tahun 2017, Jalan Perawas yang Didambakan Warga Kayong Utara Masih Belum Dapat Diselesaikan
Tak hanya itu, ia berharap antara jurnalis di Mempawah dapat saling berkoordinasi dan tidak ada jarak.
"Jujur saja sering kami mendapatkan informasi dilapangan ada kecemburuan sosial bahwa memang kawan online maupun mingguan terhadap kawan-kawan media harian, berbagai macam versi," jelasnya.
Maka ia berharap media yang ada didaerah dapat dirangkul bersama.
Kemudian disampaikan satu diantara media harian lokal Aries Zaldi menyambut baik dengan adanya diskusi panel media ini, agapr terjalin silaturahmi dan silaturahim antara sesama jurnalis di Mempawah dan Kalbar.
Lantas terkait permasalahan yang terjadi belakangan ini dikatakannya tidak terlepas dari loyalitas jurnalis kepada masyarakat.
"Kebenaran, fakta, akurasi dan keberimbangan dan kepentingan publik harus dikedepankan, jadi jangan sampai terjadi sisi gelap jurnalis menjadi stigma buruk di masyarakat," jelasnya.
Maka hal ini harus di pikul bersama sebagai insan jurnalis Maka ia berharap melalui forum ini ada korelasi dengan pemangku kebijakan di Kabupaten Mempawah.
Jadi perlu juga ditekankan tren jurnalistik tidak lagi pada media cetak atau elektronik saja melainkan juga digital. "Maka ini juga harus disosialisasikan," jelasnya.
Sehingga ia mengatakan misi profesi jurnalis dalam membangun daerah juga dapat dicapai dalam mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat.
Terlebih dikatakannya sebelumnya sudah terbentuk forum masyarakat peduli keterbukaan informasi publik oleh Komisi Informasi Kalbar sehingga dapat diberdayagunakan.
"Supaya para pemangku kebijakan sosial di pemerintah daerah bisa merangkul teman-teman ini," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/jurnalis-mempawah_20161207_155621.jpg)