Infrastruktur Dasar Jadi Problem Kalbar Menuju Hilirisasi Industri

Namun yang menjadi persoalan di Kalbar dalam rangka hilirisasi industri adalah infrastruktur terutama infrastruktur dasar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Asisten 3 Sekda Kalbar, Robert Nusanto saat memberikan sambutan dalam kegiatan gathering humas se-Kalbar di Hotel Borneo, Jalan Merdeka Pontianak, Rabu (7/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Asisten 3 Sekda Kalbar, Robert Nusanto menuturkan, tahun 2017 merupakan tahun keempat dalam pelaksanaan visi misi RPJMD Kalbar 2013-2018 dimana tahun ini memasuki tahap pengembangan menuju hilirisasi industri.

Namun yang menjadi persoalan di Kalbar dalam rangka hilirisasi industri adalah infrastruktur terutama infrastruktur dasar.

Infrastruktur dasar yang dimaksud di antaranya jalan, jembatan, pelabuhan, lapangan udara, listrik dan air bersih. “Ini yang menjadi persoalan di Kalbar sehingga industri hilirisasi ini sulit dapat berkembang dengan pesat,” katanya, Rabu (7/12/2016).

Robert menjelaskan, syarat pertumbuhan ekonomi satu di antaranya ialah melalui pertumbuhan industri. Jika industri tidak tumbuh dengan baik dan cepat maka pertumbuhan ekonomi sulit akan tumbuh dan berjalan lambat.

Baca: 2017 Kalbar Menuju Hilirisasi Industri

Oleh sebab itu dalam RPJMD 2013-2018, Pemprov Kalbar sudah meletakkan itu semua, tetapi akibat keterbatasan dana ada beberapa program yang belum direalisasikan dengan baik.

“Misalnya Jembatan Kapuas Tiga, tetapi sudah ditangai dengan baik, mudah-mudahan 2017 atau 2018 sudah dapat dibangun termasuk Jembatan Landak dua,” paparnya.

Robert berharap pada tahapan ini roadmap industri hilir telah mulai dapat di implementasikan, sehingga pertumbuhan ekonomi Kalbar semakin baik.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved