1.110 Pelajar SMA Kurang Mampu belum Terima Program Indonesia Pintar

Untuk yang belum memiliki KIP menurutnya dapat mengikuti prosedur yang telah ditentukan untuk mendapatkan bantuan.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
zoom-inlihat foto 1.110 Pelajar SMA Kurang Mampu belum Terima Program Indonesia Pintar
TRIBUN PONTIANAK FILE/ISTIMEWA
Kartu Indonesia Pintar

Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG  - Dinas Pendidikan Kota Singkawang terus berupaya mensosialisasikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk masyarakat usia sekolah kurang mampu untuk menerima bantuan dari program Indonesia pintar.  Pelajar kurang mampu atau pelajar miskin tingkat SMA sederajat di Kota Singkawang tahun 2016 tercatat berjumlah 1110 siswa.

"Kami secara rutin melalui BPS dan Format Usulan Sekolah untuk mereka yang tercatat sebagai siswa miskin atau rentan miskin. Untuk yang telah memegang KIP berjumlah 878 siswa," ujar Kabid Dikmen, Dinas Pendidikan Kota Singkawang, Asmadi, Minggu (4/12/2016).

Kartu Indonesia Pintar ini berguna sebagai syarat bagi siswa untuk mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar. Untuk yang belum memiliki KIP menurutnya dapat mengikuti prosedur yang telah ditentukan untuk mendapatkan bantuan.

"Untuk KKS (kelompok keluarga sasaran) yang belum mendapatkan program Indonesia Pintar harus punya kartu KIP sebagai syarat progam Indonesia pintar. Sementara keluarga yang belum memiliki KIP, bisa menggunakan KPS (kartu perlindungan sosial) atau keternagan miskin untuk diaporkan kesekolah nanti sekolah mengirimkan ke dinas untuk ditampung dan diusulkan ke pusat," tuturnya.

Karena itu ia berharap bagi masyarakat bisa segera mengikuti prosedur tersebut untuk mendapatkan KIP.

"Prosedurnya sudah ada dan jelas, bagi yang belum mengerti bisa meminta penjelasan di sekolah. Sehingga tidak ada lagi komplain mengenai belum menerima KIP untuk mendapatkan program Indonesia Pintar," tuturnya.

Tujuan dari program Indonesia Pintar ini agar tidak ada lagi siswa yang putus sekolah karena kekurangan biaya. Dinas juga siap membantu kiranya ada warga yang putus sekolah.

"Bagi masyarakat yang dilingkungannya ada warga yang usia sekolah namun tidak melanjutkan pendidikan bisa melaporkan ke Diknas. Nanti ini kami data dan kami ajukan ke pusat karena kebutuhannya di pusat, atau nanti kami presentasikan untuk menangani mereka ini," ungkapnya.

Kepala Sekolah SMK N 2 Kota Singkawang, H Aprizal mengatakan tercatat 218 siswanya telah terdata sebagai siswa yang kurang mampu. Ini pun diakuinya telah dilaporkan di Disdik Kota Singkawang untuk diajukan ke pusat.

"Kelas 1 dan 2 berjumlah 218, yang kita ajukan, untuk tahun 2016 ini melalui format usulan sekolah. Data ini sudah kami input di dapodik," katanya.

Tentu ia berharap siswa ini bisa mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk kegiatan belajarnya. "Nantikan yang mengajukan dari Disdik, semoga saja mereka bisa mendapat bantuan beasiswa," harapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved