Program Sapu Bersih, BP2T Jamin Bebas Pungli

Untuk menghindari pungli pada 2016 pelayanan singkat yang sedang trend yaitu penerapan perizinan paralel.

Program Sapu Bersih, BP2T Jamin Bebas Pungli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak, Junaidi

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak, Junaidi menjamin tidak adanya pungli di lingkungan BP2T Pontianak. Antisipasi pungli kata Junaidi sudah mulai di lakukan sejak 2014 lalu. Hal tersebut dilakukan diakuinya karena BP2T merupakan pelayanan publik yang rawan pungli.

"Seperti kita ketahui BP2T merupakan pelayanan publik yang rawan pungli. Alhamdulillah kita sudah mengantisipasi dengan pelayanan menggunakan sistem dengan IT dan sangat transparan. Jadi semua inovasi dilakukan untuk mencegah pungli. Apalagi dengan pelayanan izin online sehingga pertemuan antara pemohon dan pihak yang mengurusi minimal," ujar Junaidi pada Jumat, (25/11/2016).

Untuk menghindari pungli pada 2016 pelayanan singkat yang sedang trend yaitu penerapan perizinan paralel.

Pada 2013 lalu, BP2T membangun sistem yang disebut sistem layanan terpadu atau Sisyandu, hingga pada versi sekarang masyarakat sudah bisa menggunakan sms gateway. Sehingga masyarakat bisa melaporkan langsung jika menemukan pungli.

Baca: Hipmi Dorong BP2T Berantas Pungli

"Bahkan sebelum ribut-ribut sapu bersih (Saber) pemerintah sudah melakukan berbagai upaya mencegahan pungli. Pemerintah juga sangat komitmen dan menindak tegas jika adanya pungli seperti yang terjadi baru ini. Kita berani menjamin di BP2T tidak ada pungli, asalkan masyarakat berpartisipasi jangan memberi," ujarnya.

Salah satu upaya menghindari pungli, BP2T menerapkan pelayanan berbasis online. Masyarakat melalui sistem yang ada bisa melakukan registrasi pendaftaran 17 izin yang dilayani BP2T.

Masyarakat secara otomatis bisa mendaftar dimana pun dan kapan pun. Selain secara online pada Oktober BP2T juga akan melayani pelayanan berbasis aplikasi via android.

Khusus untuk izin usaha, mikro, kecil dan menengah menggunakan tanda tangan elektronik. Pemohon kata Junaidi juga bisa melakukan print out sendiri,

"Jadi kami memberikan kemudahan dan kenyaman kepada masyarakat. Nantinya kami juga akan mengembangkan arsip digital,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved