Jadi Guru Ngaji, Azmiardi: Saya Meneruskan Amanah Bibi

Dulu ada yang mengaji usia empat tahun. Sekarang sudah saya batasi dari usia lima atau enam tahun. Itu standar

Penulis: Nasaruddin | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NASARUDDIN
Beberapa siswa Azmi foto bersama usai mengaji, baru-baru ini 

Laporan Wartawan Tribun pontianak, Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK. CO.ID, PONTIANAK -  Ridha Azmiardi menjadi guru mengaji setelah mendapat "warisan" dari bibinya.

Sebelum meninggal, saudara dari orangtuanya itu berpesan agar melanjutkan aktivitas mengajar ngaji karena khawatir para muridnya akan lupa.

"Saya hanya meneruskan amanah adik Mama. Dia sebelum meninggal menyampaikan amanah itu. Bibi takut anak muridnya lupa mengaji jika tidak ada yang mengajar," kata Ridha kepada Tribun usai mengajari muridnya.

Bertempat tinggal di Pal III, Azmi, mengajar setiap sore dari Minggu hingga Kamis. Dirinya hanya meliburkan siswa pada Jumat. Sepulang dari pekerjaannya sebagai tenaga kontrak di sebuah instansi, dirinya langsung menuju Rumah bibinya di Pontianak Kota yang memang dijadikan tempat mengajar.

Baca: Polisi Sanggau ini Ajarkan Anaknya Mengaji Sejak Umurnya Dua Tahun

Mengajar anak-anak ada susan dah enaknya. Terutama yang pemula. Apalagi pernah anak-anak datang ditemani orangtuanya, justru orangtua yang mengaji.

"Ada yang orangtuanya menemani anaknya saat mengaji. Ketika anaknya tidak tahu, orangtuanya berbisik memperbaiki," katanya.

Atas hal itu, dirinya perlahan memberi pengertian kepada orangtua anak didik agar memberikan kesempatan ke anak untuk bisa mengingat huruf Alquran sendiri.

Karena dengan dibantu, justru nantinya anak akan susah pandai. "Saya ingatkan, biar anak ingat sendiri tanpa bisikan," katanya.

Mengajar anak-anak, menurutnya tak sekedar memberikan ilmu. Azmi juga merasa, momen ini adalah saat dirinya berlatih kesabaran. "Ini uji mental. Anak-anak yang belajar di sini ada 18 orang. Masing-masing punya kebiasaan yang berbeda," tambahnya.

Baca: Revolusi Mental Melalui Pengajian

 Saat ini, murid mengajinya ada yang sudah haram Alquran beberapa kali. Sebagian masih belajar Iqra.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved