Perjuangan Guru NTT Rela Berenang di Laut Untuk Mengajar Bikin Haru

Belum lama ini, akun gosip @lambe_turah baru saja mengunggah sebuah video perjuangan seorang guru di Nusa Tenggara Timur.

Editor: Galih Nofrio Nanda
Instagram

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Fathul Amanah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -Ditengah perbaikan pendidikan Indonesia, kabar perjuangan seorang guru dan sulitnya sarana dan prasarana pendidikan kembali muncul.

Pahlawan tanpa tanda jasa, begitulah gelar yang diberikan untuk seorang guru.

Disebut demikian, karena sebesar apapun jasanya pada bangsa khususnya dunia pendidikan, tidak ada gelar ataupun pangkat yang ia terima.

Belum lama ini, akun gosip @lambe_turah baru saja mengunggah sebuah video perjuangan seorang guru di Nusa Tenggara Timur.

Tak hanya mengunggah video, akun ini juga menulis caption panjang yang menceritakan perjuangan guru tersebut dalam mencerdaskan anak bangsa.

"PERJUANGAN PAK GURU. Berenang di lautan.

Sebuah pemandangan yang tentu tidak biasa bagi kita, menyaksikan seorang guru harus berenang di lautan untuk mengajar menemui murid- muridnya.

Tapi.. begitulah adanya.. Dalam sebuah perjalanan laut di Nusa Tenggara Timur, seorang Bapak meminta izin menumpang perahu yang sengaja kami sewa. Tentu saja kami tidak keberatan dan mempersilahkan beliau menumpang.

Hingga perahu kami mendekat ke suatu pantai, sang Bapak mohon diri untuk turun dan mempersilahkan kami melanjutkan perjalanan.

Beliau pun berenang ke tepi pantai yang jaraknya masih jauh sambil berusaha mengangkat tasnya ke atas agar tidak basah.

Kami baru menyadari, tidak banyak bahkan sangat jarang di daerah kepulauan ini dimana mayoritas penduduknya adalah nelayan yang memiliki tas seperti yang beliau bawa.

Kami bertanya- tanya.. siapakah beliau? "Bapak itu guru.. pulang mengajar" kata seseorang di sebelahku".

Hidup di pulau terpencil dan jauh dari fasilitas serta sarana yang layak, membuat seorang guru di Nusa Tenggara Timur terpaksa harus berenang di lautan.

Setiap harinya, bapak guru tersebut harus mempertaruhkan nyawanya menghadapi ganasnya ombak dan derasnya arus laut hanya demi bisa sampai ke sekolah tempatnya mengajar.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved