Dalam Waktu Dekat, Disdik Kalbar akan Terapkan Full Day School

Apabila full day diterapkan di sekolah kata Akim, siswa harus berada disekolah sekitar 5 hari.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Alexius Akim. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Alexius Akim menyatakan, rencana program pemerintah yaitu Full Day School yang akan segera diterapkan dalam waktu dekat ini di sekolah.

Dianggap itu boleh saja, tapi tidak semuanya harus menerapkan Full Day School tersebut.

Baca: Siswa SMK Negeri Ini Tikam Ibu Gurunya 7 Kali

"Kita harus melihat dulu, tempat sekolah yang mana sudah siap atau cocok diterapkan full day school. Dimana harus memiliki infrasturktur atau fasilitas yang lengkap bagi sekolah yang harus menerapkan peraturan itu," ujar Alexius Akim kepada wartawan belum lama ini.

Menurut Akim, yang namanya full day school berarti siswa atau murid full di sekolah.

Baca: Media Besar di Jepang Beritakan Seorang Meninggal saat Demo Jakarta

Maka sekolah harus menyiapkan ruangan istirahat bagi siswa di sekolah. Serta makanan yang benar-benar sehat harus disiapkan juga.

"Kalau semuanya sudah disiapkan dan mantap, silakan diterapkan," ucapnya.

Apabila full day diterapkan di sekolah kata Akim, siswa harus berada disekolah sekitar 5 hari.

Sabtu dan Minggu waktu untuk bersama keluarga dirumah masing-masing.

"Jangan sampai satu minggu dipakai full day, itu juga tidak bisa. Karena pendidikan ini, bukan semata-mata mengasah otak saja. Tapi karakter dalam dirinya anak sendiri harus terus dimantafkan," jelasnya.

Akim mengakui, kalau dirinya belum bisa memastikan apakah semua sekolah sudah siap, untuk menerapkan program full day school di sekolah.

Dimana harus dilakukan pemetaan dulu, dan harus ekstra hati-hati, dalam menentukan sekolah yang layak dan pantas untuk menerapkan full day tersebut.

"Jangan sampai ditetapkan, ternyata infrastruktur dan sebagainya belum siap. Nanti sudah jadinya, kalau terjadi lain hal terhadap anak. Jadi tidak boleh sembarangan, karena semuanya harus diperhatikan dengan serius, baik makanan dan fasilitas," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved