Meski Banyak Pro Kontra, Sawit Dianggap Sektor Industri Strategis Nasional
Dituding sebagai sektor yang menyebabkan deforestasi besar-besaran terhadap hutan, keberadaannya juga diyakini membawa positif di sisi perekonomian.
Penulis: Ishak | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Keberadaan perkebunan sawit di tanah air tak lepas dari pro kontra.
Dituding sebagai sektor yang menyebabkan deforestasi besar-besaran terhadap hutan, keberadaannya juga diyakini membawa positif di sisi perekonomian, baik individu maupun negara.
Karena bernilai ekonomi tinggi itulah, sektor industri perkebunan sawit, juga diyakini sebagai satu dari sektor industri strategis tanah air. Sawit, dengan sendirinya mengangkat perekonomian negara lewat sumbangan devisa dari perdagangan internasional atas produk turunannya.
Hal ini diutarakan Cheif Executive Official (CEO) Sinarmas Wilayah Kalbar, Susanto, usai menjadi pembicara dalam seminar dan kuliah umum bertajuk 'Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Berkelanjutan ', di kampus pertanian Universitas Tanjung Pura (Untan), Kamis (6/10/2016) siang.
"Sawit telah serap pekerjaan cukup luas. Secara langsung empat setengah juta orang. Secara tidak langsung mencapai 16 sampai 20 juta orang," ujarnya.
Sektor industri sawit, juga disebutnya berikan sumbangan devisa US$19-20 miliar per tahun.
"Dan menghasilkan devisa terbesar besar. Bahkan mengalahkan sektor migas (minyak bumi dan gas)," paparnya.
Keuntungan lainnya adalah, sawit hanya bisa tumbuh subur di jalur khatulistiwa.
"Khususnya Indonesia dan Malaysia," paparnya.
Karena itu, industri sawit menurutnya perlu dikelola sebaik mungkin.
"Sawit ini perlu kita jaga, kita kelola dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negara kita," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/susanto_20161006_220207.jpg)