Opini

Jati Diri Bangsa

Jati diri merupakan totalitas penampilan atau kepribadian seseorang yang akan mencerminkan secara utuh pemikiran, sikap, dan perilakunya.

Penulis: Syahroni | Editor: Mirna Tribun

Oleh : H. Maswardi M. Amin

Jati diri berasal dari bahasa Jawa “Sejatiningdiri” yang berarti siapa diri kita sesungguhnya, hakekat atau fitrah manusia, juga disebut nur illahi yang berisikan sifat dasar manusia yang murni dari Tuhan yang berisikan percikan-percikan sifat ilahiah dalam batas kemampuan insani dibawa sejak lahir.

Jati diri merupakan totalitas penampilan atau kepribadian seseorang yang akan mencerminkan secara utuh pemikiran, sikap, dan perilakunya.

Seseorang yang berjati diri bisa menampilkan siapa dirinya yang sesungguhnya tanpa menggunakan kedok/topeng dan mampu secara segar dan tegar tampil dalam keadaan yang sebenarnya sebagai sinergi antara jatidiri, karakter dan kepribadiannya. (H. Soemarno Soedarsono, 2008 : 14-15).

Jati diri bangsa sudah dibumikan oleh founding fathers bangsa Indonesia sejak lahirnya Indonesia.

Para tokoh-tokoh nasional yang terdiri dari para pejuang kemerdekaan, pendiri negeri sepakat untuk mencapai tujuan kolektif mendirikan suatu negara yang dihuni oleh suatu bangsa yang diberi nama bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia bersifat pluralistik/majemuk/ beragam. Sifat bangsa pluralistik /majemuk/beragama harus kita terima apa adanya dan menumbuhkan semangat dan kekuatan dalam berbagai wujud membangun bangsa yang berdaulat.

Kekuatan dan semangat kemajemukan/keberagaman dalam budaya, adat istiadat, cara hidup dan upacara ritual yang mengandung nilai-nilai luhur yang hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan jati diri bangsa Indonesia.

Lahirnya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 merupakan kesepakatan para pemuda yang brilliant untuk menguatkan jati dirinya bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia, dan berbahasa yang satu bahasa Indonesia.

Karakter bangsa Indonesia yang merupakan kumpulan dari karakter anak bangsa yang majemuk/beragam/pluralistik dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Rote merupakan performance jati diri bangsa.

Jati diri bangsa mengandung karakter bangsa yang baik yang luhur yang bersumber dari nilai-nilai moral Pancasila yang luhur yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur agama.

Sebagai bangsa Indonesia kita bangga dengan negara kita, bangga memiliki wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat yang memiliki jati diri khas, jati diri tulen, jati diri murni, jati diri kekhasan bangsa yang juga sekaligus merupakan karakter bangsa yaitu jati diri Pancasila.

Jati diri Pancasila membumi di Republik ini yang bersumber dari ajaran nilai-nilai moral yang original bangsa sendiri yang bersumber dari moral religius yang berbeda dengan nilai-nilai kehidupan lain.

Jati diri bangsa Indonesia yang pluralistik bukanlah berarti bangsa Indonesia memiliki jati diri yang pluralistik pula. Jati diri ke Indonesiaan walupun berbeda etnis dan agama, serta ras tetapi berdomisili di wilayah NKRI tetap namanya bangsa Indonesia.

Ke-Esaan ke Indonesiaan tidak dapat dibelah oleh etnis (suku) agama, ras, budaya, dan adat istiadat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved