Pameran Ekonomi Kreatif 2016

Jangan Pernah Lupakan Tiga Hal ini Dalam Membangun Usaha Start Up

Jangan identikan start up sebagai membangun sebuah teknologi baru yang keren sehingga kamu hanya akan fokus kepada teknologi,

Penulis: Ishak | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Ketua PDS Pontianak, Hermawan, saat menjadi pembicara dalam bincang-bincang bisnis industri ekraf, pada agenda Pameran Ekonomi Kreatif Pontianak 2016, di PCC, Sabtu (24/09/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setidaknya, terdapat tiga hal yang diperlukan dalam membangun sebuah usaha star-up. Khususnya, di bidang digital start - up. Ketiga hal itu yakni Hacker, Hustler dan Hipster.

"Tiga hal ini sangat penting dalam membangun digital start - up," ujar Ketua Pontianak Digital Stream (PDS), Hermawan, di acara bincang-bincang bisnis industri ekraf, pada Pameran Ekonomi Kreatif Pontianak 2016, di Pontianak Conventions Centre (PCC), Sabtu (24/09/2016).

Ia menjadi satu dari tiga pembicara yang hadir dalam agenda ini. Lebih jauh, ia menjelaskan, Hustler merupakan istilah bagi orang dalam sebuah startup yang memiliki tanggung jawab untuk pengembangan bisnis.

"Jangan identikan startup sebagai membangun sebuah teknologi baru yang keren sehingga kamu hanya akan fokus kepada teknologi," timpalnya.

Membangun sebuah startup harus memilki landasan bisnis yang kuat. Landasan bisnis yang kuat akan membuat startup bertumbuh dan cepat dalam mencapai visi misi yang telah ditetapkan.

"Fokuslah kepada market. Seorang hustler harus mengetahui apa yang diinginkan oleh market (pasar / calon customer," imbuhnya.

Saat memulai membangun startup, hustler, harus fokus pada beberapa hal, yakni menjalankan fungsi Customer Development, dan Product Management. Selain itu, Hipster juga harus berperan dalam aktivitas Selling, Blogging serta Rekruitmen tim.

Adapun Hipster, adalah istilah lain dari designer. Dalam mengawali startup, harus ada orang yang mengerti tentang design. Hipster ini, harus benar-benar mengerti tentang bagaimana mencitrakan perusahaan yang baru dibangun tersebut sebagai sebuah brand yang unik dan terlihat keren.

Baik di mata calon konsumen, maupun dalam sudut pandang calon investor. "Sejatinya manusia itu lebih tertarik dengan sesuatu yang bersifat visual," terangnya.

Adapun unsur terakhir, yakni Hacker. "Tim terakhir yang harus ada saat memulai startup yaitu Hacker. Sebab, dialah yang akan bertanggung jawab dalam hal teknologi," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved