Ini Berita Kalbar Yang Terbit Selasa

Ia menyatakan, jika pihak yang bergerak di bidang transportasi tak berbenah diri, bukan tak mungkin akan ditinggalkan oleh masyarakat.

Editor: Hasyim Ashari
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY ZULHAM
Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono bersama instansi terkait meninjau proyek pengerjaan Pasar Tengah Pontianak, Jumat (02/09/2016). 

Pemkot Minta Pengusaha Opelet Berbenah

PONTIANAK, TRIBUN -Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta pengusaha opelet dan angkutan massal lainnya di Kota Pontianak untuk berbenah jelang pengoperasian 11 Bus Rapid Transit (BRT) di wilayah Pontianak.

"Pemkot tidak bisa merangkul para pemilik opelet untuk diperkerjakan karena dalam pengoperasiannya nanti akan bekerjasama dengan pihak Damri," ujar Edi Rusdi Kamtono kepada Tribun, seusai pelaksanaan upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Depan Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (19/9).

Ia menyatakan, jika pihak yang bergerak di bidang transportasi tak berbenah diri, bukan tak mungkin akan ditinggalkan oleh masyarakat.

Edi menyatakan, saat ini fasilitas perhubungan di Kota Pontianak mencapai 85 persen. "Saat ini yang sering dikeluhkan adalah kemacetan di mana hampir seluruh kota besar di Indonesia mengalami kemaceten," ungkap Edi.

Edi menyebutkan, pertumbuhan kendaraan sembilan kali lebih cepat dibanding pertumbuhan jalan. "Jika tidak dikelola secara cerdas, sektor perhubungan ini ke depan akan menimbulkan kemacetan yang tidak nyaman," ungkapnya. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Selasa (20/9/2016).(*) --

Tiga Kartu Sakti Belum Kelar

MELAWI, TRIBUN - Warga miskin penerima tiga kartu sakti bantuan sosial (KKS, KIP, KIS) mempertanyakan kapan pencairan dana dari kartu program Jokowi tersebut.

Sementara pihak PT Pos hingga saat ini masih melakukan distribusi kartu dan terkendala jarak lokasi rumah tangga sasaran (RTS) penerima kartu.

Petugas Kantor Post Cabang Nanga Pinoh, Tuti Aminah menjelaskan pencairan dana dari Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) belum bisa dilakukan, sebab distribusi kartu belum selesai.

Termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Kartunya mesti disalurkan secara keseluruhan terlebih dahulu. Jadi dananya belum bisa cair," kata Tuti Aminah, Senin (19/9).

Dijelaskannya, pengambilan bantuan program KKS memang disalurkan atau diambil di kantor Pos Cabang Nanga Pinoh terutama Desa atau Kecamatan yang terjangkau.

Misalnya Belimbing, Nanga Pinoh, Pinoh Utara, Pinoh Selatan. Sementara fisik kartunya disalurkan petugas kantor pos terutama diwilayah yang terjangkau. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Selasa (20/9/2016).(*) --

Pemkot Terbitkan 5 Ribu Izin Usaha

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved