Liputan Khusus
Perbaiki Pendataan
Masalah lainnya, ada pada masyarakat kita. Terkadang mereka yang sudah mampu, tidak sungkan menerima bantuan untuk warga miskin tersebut
Penulis: Nasaruddin | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sosiolog Untan, Endang Indri Listiani, mengatakan saat ini pemerintah sudah membuat berbagai macam program penanggulangan kemiskinan. Memberi jaminan bantuan untuk masyarakat miskin, bahkan hingga hal-hal terkecil. Mulai dari program jaminan kesehatan, beras miskin hingga jaminan pendidikan dan modal usaha.
Tinggal bagaimana pelaksanaannya lagi. Pelaksanaan di lapangan inilah yang menjadi persoalan. Paling krusial di pendataan. Bagaimana masyarakat yang benar-benar miskin terdata sehingga mendapat bantuan yang memang dibutuhkan.
Pendataan yang sudah dilakukan, harus dilakukan perbaikan. Sebab banyak terjadi masalah seperti yang terjadi di Desa Kalimas itu. Masyarakat yang benar-benar miskin justru tidak mendapatkan bantuan. Seharusnya orang-orang yang seperti ini terdata.
Biasanya petugas yang mendata itu dari luar daerah dan tidak melibatkan pihak di dalam, dalam artian pada tingkat kelurahan dan RT/RW. Padahal informasi di dalam, yang tahu kondisi masyarakat setempat adalah RT/RW. Jadi waktu mendata itu bagaimana? Apakah RT/RW dilibatkan? Atau, saat pendataan warga tersebut tidak berada di tempat. Seperti ini banyak terjadi juga di daerah-daerah lain.
Solusinya, pemerintah melalui perpanjangan tangannya di kelurahan atau desa maupun RT/RW mengajukan kembali nama-nama warga yang memang memerlukan bantuan. Data yang ada diperbaiki. Warga yang sudah meninggal dan taraf ekonominya sudah lebih baik, diganti dengan yang benar-benar memerlukan sehingga tepat sasaran.
Masalah lainnya, ada pada masyarakat kita. Terkadang mereka yang sudah mampu, tidak sungkan menerima bantuan untuk warga miskin tersebut. Jatah untuk warga miskin dari pemerintah mereka ambil juga. Malah ada yang suka, tidak malu.
Ini kita ketahui dari pembagian bantuan yang sebelumnya sudah pernah dilakukan. Melalui perbaikan data, mereka yang sudah mampu ini mestinya tidak lagi dimasukkan. Mereka diganti dengan yang taraf ekonomi rendah.
Semakin baik pelaksanaan di lapangan tentu akan berdampak pada berkurangnya angka kemiskinan. Jadi persoalan di lapangan ini memang harus terus dibenahi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/nyaris-roboh_20160918_094700.jpg)