Begini Kronologis Pertengkaran Wanita dan Pria di Depan Botani Cafe Menurut Liu

Kan ada caranya, ya tidak juga gitu dong, kesannya saya malah penjahatnya

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Heboh - Pertengkaran antara seorang wanita bernama Liu dan pria bernama Gilang yang menghebohkan masyarakat yang melintas di depan Botani Cafe & Resto, Jalan Letjend Soeprapto, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (17/9/2016) siang. Diduga pertengkaran hingga terjadinya adu fisik keduanya ini berawal dari masalah pekerjaan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Liu Yulianti membenarkan ia terlibat pertengkaran dengan Gilang di depan Botani Cafe & Resto di Jalan Letjend Suprapto, Sabtu (17/9/2016) sekitar pukul 13.12 WIB.

Menurut Liu, berawal pada pukul 12.00, ia dan kakaknya datang ke Botani Cafe & Resto berniat untuk menemui kliennya. "Pukul 13.00 WIB, kita sudah mau pulang. Tiba-tiba ditampar dari belakang sama dia, namanya Gilang," ungkap Liu saat mendatangi kantor Tribun Pontianak.

Dia menceritakan, saat tengah duduk bersama kakak dan dihadapan kliennya, ia tiba-tiba saja mendapat tamparan. Padahal Liu sama sekali tidak melihat kehadiran Gilang di cafe tersebut.

"Dari belakang, terus saya lihat kebelakang. Dia, dia mau nampar kakak saya. Kakak saya ngelak, langsung saya lihat dia (Gilang). Ini orang sudah saya cari sejak 22 September 2015, hampir setahun saya cari. Ketemu kan, menurut saya emang cari masalah ni orang, datang-datang nampar pula," urainya.

Liu pun lantas menarik Gilang, dan bertanya kenapa Gilang menamparnya. Gilang saat itu menurutnya tidak menjawab, namun menunjuk-nunjuk ke arahnya.

"Apa saya bilang, belum ngomong, itu masih di dalam Botani. Dia sempat saya tampar sekali, karena dia mau nampar saya, saya ngelak saya balas, reflek dong, masa gue kena dua kali. Saya tarik biar dia nggak kabur, dia mau kabur, jadi saya tarik. Kamu kenapa nampar-nampar saya bilang," jelas Liu.

Ketika sudah diluar, Gilang baru mau berbicara kepadanya. "Mulut kalian tu, dia (Gilang) bilang, buat saya tertekan. Saya bilang saya bikin kamu tertekan apa. Kamu dicari saja nggak bisa, cari ke rumah orangtuanya, ke teman-temannya itu nggak bisa," katanya.

Gilang menurutnya berusaha lari, namun ia tetap memegang. Sembari mengatakan kepada kakaknya, agar segera menghubungi pihak kepolisian.

"Saya nggak terima, penyelesaian dengan polisi saya bilang. Kakak saya telepon polisi, sambil menunggu polisi itu, dia pokoknya mau melarikan diri gitu, naik motor gitu, saya tarik," kisah Liu.

Tak lama, datang seorang mengaku polisi, namun Liu tak mengetahui namanya. "Saya anggota katanya. Bapak anggota, mohon maaf pak, nama bapak siapa. Saya sambil narik-narik dia masih. Lepasin dia (polisi) bilang, saya anggota, saya polisi ini," ucap Liu menirukan kata personel polisi.

Menurut Liu, wajar ia menanyakan nama polisi tersebut, lantaran polisi ini tak mengenakan seragam Polri. "Dia tidak menunjukkan kartu anggota. Terus, saya reserse, lepasin dia bilang. Sebentar pak saya bilang, si dia (Gilang) ini mau lari terus. Sempat saya orang bilang, itu polisi kak, itu polisi kak, saya sempat lepasin, dia naik motor bapak itu," jelasnya.

Liu mengatakan, walau ia mengetahui ada polisi yang berpakaian preman. Namun menurutnya harus dapat menunjukkan sikap seperti polisi lainnya. "Kan ada caranya, ya tidak juga gitu dong, kesannya saya malah penjahatnya. ISaya korban loh, saya korban pak, saya korban," kata Liu.

Tak seberapa lama, menurut kisah Liu datang seorang anggota polisi dari Polsek Pontianak Utara, berpakaian olahraga polisi. "Dia bilang Polsek Utara, ya dia bilang pas lewat. Kenapa, polisi bertanya. Saya lihat dia pakai baju polisi, walaupun baju olahraga, saya langsung lepasin," terangnya.

Gilang sempat berupaya kabur dengan menggunakan sepeda motor, saat itu juga Liu berusaha menahannya dengan menarik baju Gilang. "Tukang parkir sempat dorong-dorong saya juga. Setelah datang bapak itu, ya sudah saya serahin sama bapak itu," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved