Pencapaian Program KB Kalbar Masih Rendah

Biarpun kalau nantinya anggaran terpotong, kita harus tetap bekerja. Bagaimanapun program ini harus tetap berjalan

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Jamadin
Sahirul Hakim
RAPAT - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Taruna Rosevet rapat penelaahan (Review) dan konsulidasi perencanaan daerah (Korenda) tahun 2017, di Hotel Kapuas Palace, Kamis (1/9/2016) pukul 19.54 WIB. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kalbar melakukan rapat penelaahan (Review) dan konsulidasi perencanaan daerah (Korenda) tahun 2017, di Hotel Kapuas Palace, Kamis (1/9/2016) pukul 19.54 WIB.

Ini merupakan dalam program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga Provinsi Kalbar 2016. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 3 September 2016. Sedangkan peserta seluruh pejabat eselon II,III, dan IV Pemerintah Provinsi Kalbar, dan Kepala BKKBN 14 kabupaten Kota Kalbar serta pada undangan lainnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Taruna Rosevet menyatakan bahwa banyak hal yang perlu dievaluasi dalam program KB, untuk bisa menjadi kebijakan kedepannya. Kedepan adalah berpimpilah yang besar, biarpun dalam hal kecil.

"Kita tidak ada waktu cukup yang berkunjung ke desa-desa karena keterbatasan waktu dan anggaran. Jadi bagaimana program ini, terus berjalan dengan memasang simbul-simbul KB "Dua Anak Cukup", di desa-desa, dan tempat lainnya. Sehingga itu bisa tertanam dipikiran masyarakat," jelasnya.

Taruna Rosevet mengakui, capaian program KB masih sangat rendah, karena penyedian kontrasepsi terputus. Sehingga perlu ditingkatkan lagi, dengan diharapkan anggarannya tidak terpotong.

"Tapi kita hartus berupaya dan usaha harus tetap dijaga program ini. Biarpun kalau nantinya anggaran terpotong, kita harus tetap bekerja. Bagaimanapun program ini harus tetap berjalan," ucapnya.

Dalam mensukseskan program KB itu Kalbar kata Taruna Rosevet, BKKBN perlu dukungan semua pihak untuk lebih mensuskses program KB di Kalbar. "Kita tidak bisa bekerja dengan sendiri. Karena perlu kekompakan, dimana kita harus tetap proaktif untuk terus berupaya menjalankan program KB," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved