Retno Pramudya Soroti Transportasi Kota Pontianak

Mungkin karena selama ini Pemkot tidak adanya perencanaan pengembangan tranportasi massal atau angkutan umum.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
TRONTON saat terjebak kemacetan, di Jl Imam Bonjol, Pontianak, Rabu (24/8/2016) sore. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPW PPP Provinsi Kalbar, Retno Pramudya menilai Pemerintah Kota Pontianak gagal dalam mengaturan transportasi di kota.

Karena dibuktikan jalan macet di mana-mana, tingkat kecelakaan dan korban lalu lintas terus meningkat, dan tingkat kedisiplinan para pengguna jalan kian rendah.

"Ini fakta menunjukkan betapa buruknya, Pemkot dalam mengelola transportasi di Kota Pontianak. Kondisi semakin diperparah minimnya pembangunan infrastruktur jalan, dan tidak berbanding dengan pesatnya pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi," kata Retno kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (27/8/2016).

Retno menuturkan, makin buruknya transportasi di Kota Pontianak ini, mungkin karena selama ini Pemkot tidak adanya perencanaan pengembangan tranportasi massal atau angkutan umum.

LIHAT JUGA: Suasana Macet di Jalan Ahmad Yani Hampir Tiap Hari

"Sebagai kota jasa, dan perdagangan maka keberadaan pelabuhan di tengah-tengah kota sangat menguntungkan masyarakat khususnya Kota Pontianak. Karena banyak aktifitas ekonomi yang dapat di lakukan serta tenaga kerja yang terserap," katanya.

Menurutnya, infrastruktur jelas yang di bangun di Kota Pontianak masih sangat minim. Padahal sabagai ibu kota provinsi dan kota metropolitan persoalan infrastruktur jalan haruslah menjadi perhatian yang serius dan fokus.

"Kita harap Pemkot lebih serius lagi, dalam mengatur transportasi di kota Pontianak. Karena kondisinya sangat memprihatinkan sekali," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved