Empat Cara Sirkulasi Sehat Rumah Minimalis

ni bebas saja. Tergantung jenis dan besarnya. Namun harus diperhatikan bahwa penghawaan buatan ada standar yang baiknya diikuti.

Penulis: Nasaruddin | Editor: Arief

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sirkulasi udara di dalam rumah merupakan hal penting selain dari bangunan itu sendiri. Sirkulasi udara yang baik akan berdampak baik bagi penghuni. Begitupun sebaliknya.

Mengenai sirkulasi udara ini, Arsitek Achmad Roffie Faturrachman mengatakan, rata-rata normal untuk suhu ruangan adalah pada rentang 24 hingga 26 derajat celcius. Kondisi pada suhu ini menyehatkan.

Berbeda jika suhu ruangan di bawah angka tersebut, maka akan terjadi kelembaban tinggi. Begitu juga jika suhu dalam ruangan di atas angka 26 derajat akan mengakibatkan dehidrasi.

"Dengan kondisi tanah kita yang gambut, dia menyerap panas, menyerap dingin dan menyerap air. Jadi kalau sudah panas semakin panas dan kalau hujan, tanah tak bisa menyerap air lagi sehingga banjir jadinya," ungkap Roffie, Kamis (24/8/2016).

Upaya mendapatkan penghawaan yang baik, bisa dilakukan dengan beberapa cara. Baik dari penghawaan alami maupun penghawaan buatan. Untuk yang alami, cara berikut bisa menjadi pilihan.

1. Ventilasi Atas dan Bawah
Saat ini, kita sering salah kaprah. Membangun rumah dengan gaya eropa namun meninggalkan apa yang sudah baik dilakukan orang terdahulu. Bangunan pada zaman dahulu, ventilasi tidak hanya dibuat di bagian atas namun juga d bawah. Model seperti ini sebenarnya sudah benar.

"Bangunan-bangunan zaman dulu jika kita lihat, jendela tinggi biasa ada ventilasi atas dan bawah. Ini sudah benar. Cuman kita gare-gare sekarang dengan bangunan eropa segala macam akhirnya ventilasi bawah dihilangkan," katanya.

Padahal keberadaan dua ventilasi itu, sudah benar diterapkan untuk kondisi tropis. Logikanya, ketika pergantian udara dari dingin ke panas pada sore hari, bagian bawah atau tanah menjadi panas. Ketika ada ventilasi di bawah, maka hawa panas langsung keluar, tidak lagi ke atas.

"Jadi untuk wilayah beriklim tropis, penyelesaiannya bisa dengan kembali ke bangunan lokal atau penyelesaian dengan teknologi baru. Seperti penghawaan di atas dan bawah ataupun menggunakan alat, (mesin)," katanya.

2. Kurangi Ruang
Selain menggunakan dua ventilasi, hal lain yang bisa dilakukan adalah pengaturan struktur ruang. Kita sering membuat lingkup-lingkup atau ruang di dalam rumah. Untuk sirkulasi udara, hal ini tidak efektif. Sebab tidak mungkin udara berbelok-belok.

"Ketika terhalang tembok ruang, maka udara hanya sebagian kecil yang keluar. Sementara sebagian besar terkurung di antara ruang.
Jadi sebaiknya memang, satu sisi dijadikan ruang-ruang, sementara sisi lain dibiarkan terbuka sehingga udara bisa lurus keluar masuk dengan lancar," katanya.

Kalaupun harus terjadi sekat di dalam rumah, usahakan jangan sampai tinggi. Misalnya hanya menggunakan dinding partisi yang tingginya tidak sampai ke plafon, sehingga udara bisa bebas keluar-masuk.

"Jadi perlu menghindari ruang yang menjadi penghambat angin. Usahakan plafon lebih dari tiga meter dari lantai," katanya.

3. Rumah Panggung
Untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik, usahakan penghawaan di atas dan di bawah bergerak bebas tanpa ada halangan. Usahakan membangun rumah dengan model panggung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved