Donor Darah, Membantu Orang Lain Sekaligus Membuat Tubuh Terasa Lebih Bugar

Khoiri juga mengatakan bahwa dirinya merasakan perubahan semenjak dirinya menjadi pendonor darah.

Penulis: Zulfikri | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RAYMOND KARSUWADI
Petugas PMI Kota Pontianak, Bayu (27) saat menusukkan jarum suntik, kepada Khoiri (53), satu di antara donor darah di PMI Kota Pontianak, Selasa (23/8/2016) pagi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bagi sebagian orang, donor darah mungkin menakutkan. Apalagi dalam prosesnya mengharuskan jarum untuk menembus kulit menuju pembuluh vena kemudian mengalirkan darah yang ada ke dalam sebuah kantung.

Tapi tidak bagi warga Kota Pontianak ini, Khoiri (53) yang sengaja datang ke Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak untuk mendonorkan darahnya.

Khoiri datang setiap 3 bulan sekali untuk mendonorkan darahnya. Dirinyapun mengaku tidak takut terhadap jarum yang merupakan perantara untuk mengalirkan darah miliknya ke dalam kantung penampungan darah.

Khoiri juga mengatakan bahwa dirinya merasakan perubahan semenjak dirinya menjadi pendonor darah. Badannya yang sebelumnya terasa berat dan tidak nyaman, kini terasa ringan dan nyaman setelah mendonorkan darahnya.

"Saya sudah 5 kali, sebelumnya berat rasa badan saya. Dokter menyuruh saya untuk donor, selesai donor badan ringan, tidak berat seperti sebelumnya," ujar warga Jl Selat Panjang ini saat ditemui Tribun Pontianak di PMI Kota Pontianak, Selasa (23/8/2016) pagi.

Masih di tempat sama, Sukono (44) bahkan sudah menjadi donor darah lebih dari 30 kali. Menurutnya, ini bagian dari kegiatan sosial yang sangat baik untuk membantu orang-orang yang membutuhkan darah. Sementara manfaat yang didapat, dia merasa badannya lebih bugar.

"Mendonor darah membantu orang yang memerlukan darah, selain itu membuat darah stabil dan membuat badan terasa lebih enak dan bugar," kata warga Jl Ampera, yang bekerja di Pemerintah Kota Pontianak ini.

Sukoni sudah sering untuk mengajak tetangga, kerabat dan sanak saudaranya untuk ikut mendonor tetapi sepertinya masih mikir-mikir. Dirinya bercanda mungkin mereka takut kehabisan darah jika menjadi donor.

"Dulu saya diajak teman, teman saya itu sudah meninggal. Dirinya mengajak mendonor karena dapat membantu orang, saya udah mengajak teman, saudara, keluarga cuma sepertinya masih mikir-mikir, takut darahnya habis kali," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved