Warga Sungai Kakap Padamkan Api Pakai Alat Seadanya
Peralatan yang digunakan pun tak seperti lokasi lain yang juga terjadi Karhutla, yang mudah diakses kendaraan pemadam kebakaran.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Personel Polsek dan Koramil Sungai Kakap beserta masyarakat berjibaku memadamkan api yang melalap lahan gambut menggunakan peralatan seadanya di sejumlah titik di Kecamatan Sungai Kakap, Kamis (18/8/2016) sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.30.
Kapolsek Sungai Kakap, AKP Agus Hasanudin mengungkapkan, sejumlah titik api yang membakar lahan kering berkontur tanah gambut tersebut, yakni di area Parit Berkat, Parit Syarim, Parit Tembakol di Desa Punggur Besar.
Kemudian sejumlah lahan di wilayah Desa Punggur Kecil, yakni Parit Deraman, Parit Rintis Baru, Parit Delima, Parit Buloh, Parit Swadaya 1, Parit Swadaya 2, Parit Swadaya 3, dan Parit Nenas.
"Personel Polsek Sungai Kakap yang diturunkan dalam penanganan antisipasi dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kemarin, 8 personel, yakni Kapolsek, Kanit Intel, Bhabinkamtibmas, anggota Sabhara, Intel, dan Reskrim. Kemudian dua TNI dari Koramil Kakap, dan dua warga setempat. Api memang membakar lahan kering. Kami hanya menggunakan peralatan seadanya," kata Kapolsek, Jumat (19/8/2016).
Peralatan yang digunakan pun tak seperti lokasi lain yang juga terjadi Karhutla, yang mudah diakses kendaraan pemadam kebakaran.
BACA JUGA: Titik Api di Sanggau Terbanyak se-Kalbar

Sehingga pihaknya terpaksa harus mampu memanfaatkan peralatan yang ada, seperti pemadaman manual dengan memadampak api menggunakan ember berisi air.
"Mesin robin ada milik desa, tapi karena kapasitas kebakaran lahannya tidak terlalu besar, jadi masih bisa diatasi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) di sini," kata Kapolsek.
Kata AKP Agus, lahan yang terbakar, Kamis (18/8/2016) malam, di Parit Syarim, Desa Punggur (perbatasan dengan Desa Rasau), saat kembali dilakukan pengecekan, Jumat (19/8/2016) siang, api terlihat sudah padam.
"Kemudian lahan di Parit Deraman sudah padam dan tidak terlihat lagi kepulan asap. Begitu pula situasi di dua desa ini, di beberapa parit yang dipantau saat patroli, alhamdulillah tidak terlihat api maupun kepulan asap," ujarnya.
Agus bersyukur, warga setempat mulai memiliki kesadaran tak membakar lahan, terutama lahan-lahan gambut yang memang sulit dipadamkan.
Selama ini pihak Polsek Sungai Kakap gencar melaksanakan kegiatan preemtif, di antaranya memberikan piagam penghargaan kepada 50 orang warga dari Desa Punggur Besar dan Desa Punggur Kecil, atas peran serta masyarakat dalam mengurangi cara membuka lahan dengan dibakar.
"Selain itu, kami juga pernah menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada warga yang paling berjasa, saat acara hiburan rakyat 17 Agustus 2016 di Lapangan Punggur dan di Kantor Desa Punggur Kecil serta kepada seratusan orang anggota kelompok tani di rumah Saiman," jelas Agus.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/polsek-kakap-padamkan-api_20160819_193644.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/polsek-kakap-padamkan-api_20160819_193907.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/polsek-kakap-padamkan-api_20160819_193924.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/polsek-kakap-padamkan-api_20160819_193609.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/polsek-kakap-padamkan-api_20160819_193618.jpg)