Berita Video
[VIDEO] Kisah Penambang Beralih Menjadi Nelayan setelah Hadir Jembatan Tayan
Langit biru mulai tampak saat fajar mulai terlihat sedikit demi sedikit menyingsing diufuk timur.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Steven Greatness
Lanjut Asia, untuk menambang perahu motor tak bisa sembarang orang. Setiap penambang harus pula telah mengantongi izin trayek.
"Dulu perhari masih bisa dapat Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu. Biasa juga sampai ratusan ribu. Ndak tetap juga lah penghasilan dulu, tapi masih ada lah, setelah jembatan diresmikan makin jauh penghasilan, semenjak itu saya tidak menambang lagi, berhenti," kisahnya.
Kini, ia terpaksa harus memutar otak agar dapat tetap mengepulkan asap dapur. Dengan berbekal keterampilannya menebar jala, Asia kini hanya mencari ikan di perairan Sungai Tayan, dan di sungai-sungai kecil di sekitarnya.
"Sekarang cari ikan dengan jala, bisa lah mencukupi untuk makan. Kalau di rupiahkan masih dapat Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu sekali turun," sambung Asia.
Simak selengkapnya dalam video di atas.