Leding Bertahun-tahun Tak Mengalir, Warga Malikian Tetap Bayar Biaya Beban

Kendati semenjak mulai tidak lancar hingga sama sekali tidak mengalir, warga mengaku masih sempat membayar biaya bebannya.

Tayang:
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/DHITA MUTIASARI
Satu diantara warga di dusun Abrasi Desa Malikian Kecamatan Mempawah Hilir saat menunjukkan meteran air ledeng dikediamannya di RT 7 RW 03 Desa Malikian, Selasa (9/8). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Masyarakat dari Desa Malikian Kecamatan Mempawah Hilir mengeluhkan kondisi air leding yang sudah bertahun-tahun tidak mangalir ke rumah warga terutama di Dusun Abrasi Desa Malikian.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BPD Desa Malikian Akhmad Norman yang mengaku kondisi air leding sudah tidak mengalir ke rumah warga bervariasi mulai 2 tahun bahkan ada diantaranya 5 tahun belakangan ini.

"Sudah mulai tidak mengalir kebanyakan setahun hingga dua tahunan,"ujarnya, Selasa (9/8/2016).

Hanya demikian, diantara total sekitar 17 rumah yang mengalami hal tersebut dari 3 RT baik RT 07, RT 08 dan RT 09 di RW 03 Dusun Abrasi tersebut, masih ada 3 rumah warga lainnya yang masih teraliri air leding namun semenjak 3 bulan belakangan juga sudah berhenti mengalir total.

"Padahal kami biasa berharap pada air mereka,"jelasnya.

Maka mendapati kondisi demikian, warga juga melakukan protesnya dengan enggan membayar PDAM.

"Karena warga merasa percuma membayar, air juga tidak jalan," jelasnya.

Kendati semenjak mulai tidak lancar hingga sama sekali tidak mengalir, warga mengaku masih sempat membayar biaya bebannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved