Taufik Tak Menyangka Postingan di Facebook Berujung ke Kantor Polisi
Taufik mengaku justru baru mengetahui adanya kerusuhan di Tanjung Balai pada Sabtu pagi setelah mendapat pemberitahuan melalui Whatsapp temannya.
Sejak 2012, ia lebih banyak berada di dalam kamar, dibantu istri dan orang tua.
"Jujur, saya sudah empat tahun ini dalam keadaan stroke. Kalau tidak ibadah atau desain-desain di laptop, saya buka-buka postingan dari teman. Beruntung ada istri yang sabar menemani saya meski saya sudah tidak bisa bekerja," aku Taufik.
Taufik mengaku justru baru mengetahui adanya kerusuhan di Tanjung Balai pada Sabtu pagi setelah mendapat pemberitahuan melalui Whatsapp temannya.
"Jadi, salah besar kalau ada yang menyangka saya diamankan polisi karena yang menulis di Facebook sehingga warga yang di Tanjung Balai jadi rusuh. Saya baru posting tulisan di facebook Sabtu pukul 10.00. Sedang kejadian di Tanjung Balai itu Jumat malam," katanya.
Jaminan Istri
Selasa (2/8/2016) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, menjadi hari yang paling tak terlupakan bagi Taufik. Baru saja ia menghidupkan telepon genggam, 13 polisi berpakaian dinas dan bebas mendatangi kediamannya.
Rupanya, para polisi tersebut hendak membawanya ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.
BACA JUGA: MABT Kalbar Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Kasus Tanjung Balai
"Yah saya kaget, pagi-pagi saya sudah didatangi banyak polisi. Ada 13 polisi yang datang, tapi yang masuk dan cari-cari ke dalam kamar hanya beberapa. Lalu saya diberitahu soal tulisan di Facebook saya soal kejadian Tanjung Balai," katanya.
Handphone istri dan tablet milik anaknya ikut disita. "Yah, anggota keluarga saat itu juga kaget," ujarnya.
Lantas, polisi membawa Taufik menggunakan mobil patroli ke Polda Metro Jaya, disaksikan istri, orangtua, dan Ketua RT setempat.
"Waktu polisi datang, menjelaskan, dan langsung membawa saya, saya nggak protes, nurut saja," ujarnya.
Ia menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sejak Selasa pagi hingga menjelang malam. Ayahanda dan istrinya membesuk di sela pemeriksaan pada Selasa siang lantaran khawatir pada kondisi kesehatan Taufik.
Taufik pun sempat tertidur di meja pemeriksaan karena daya tahan tubuh dan kelelahan menjalani pemeriksaan.
BACA JUGA: Ini Kronologi Pembakaran Vihara dan 4 Kelenteng di Tanjung Balai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pembakaran-di-tanjung-balai-sumut_20160805_154800.jpg)