Crash Program Campak Berlangsung Sepekan.
"Untuk mencegah kebutaan dan daya tahan tubuh pada usia balita," lanjutnya.
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Mohamad Subuh menyampaikan untuk menyukseskan crash program campak yang diintegrasikan dengan pemberian vitamin A dan obat cacing hanya bisa dilakukan dalam waktu satu pekan. Dengan keterbatasan waktu ini, terdapat beberapa tujuan yang harus dipenuhi.
"Untuk memenuhi target pada 2020 pada target imunisasi nasional dan global, penguatan kelompok rentah dengan penguatan kekebalan anak usia itu. Untuk menjangkau segala yang mungkin terjadi, dan memastikan bahwa kekebalan bisa mencapai di atas 95 persen. Tiga alasan ini kita laksanakan crash program tanpa melihat status imunisasi," ujarnya saat menyampai laporan pencanangan crash program campak yang diintegraskan dengan pwmberian vitamin A dan obat cacing di PCC, Kamis (04/08/2016).
Dikatakan, pelaksanaan kali ini merupakan tahun ke-38 dalam pemberian vitamin A.
"Untuk mencegah kebutaan dan daya tahan tubuh pada usia balita," lanjutnya.
Wagub Kalbar, Christiandy Sanjaya mengakui luas cakupan wilayah yang dimiliki menjadi kendala dalam penyebaran dan pemberian vaksin terhadap sasaran.
"Sehingga bidang kesehatan ini menjadi multifungsi, lintas batas dan antar wilayah. Dimulai dari terujung di perbatasan, ini hal yg sangat luar biasa. Dan diharapkan bisa bersama-sama mengatasi masyarakat kita diujung perbatasan," ajaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/crash-program-campak_20160804_104559.jpg)