Pemuda Muhammadiyah Imbau Warga Kalbar Tak Terprovokasi Kasus Tanjung Balai
Dia menuturkan, pengerusakan dan pembakaran rumah ibadah tidak bisa ditolerir karena merusak tatanan keberagaman Indonesia.
Penulis: Ali Anshori | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalbar (PWPM) Kalbar
Mulyadi MY, mengatakan, sikap arogansi etnisitas tidak dibenarkan seperti yang terjadi di Tanjung Balai baru-baru ini.
"Seharusnya kita saling menghormati dan menjunjung tinggi keberagaman antar pemeluk agama," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (1/8/2016).
Dia menuturkan, pengerusakan dan pembakaran rumah ibadah tidak bisa ditolerir karena merusak tatanan keberagaman Indonesia.
Karena itu, sangat disayangkan sampai terjadinya kejadian yang bernuansa SARA di Sumatera Utara khususnya di Tanjung Balai.
"Menghormati toleransi dan keberagaman sangat penting, jangan sampai hanya masalah sepele sehingga sampai meninbulkan kerusakan apalagi sampai terjadi pembakaran tempat ibadah," tuturnya.
Dia juga berharap masyarakat Kalbar tidak terprovokasi dengan kejadian di Tanjung Balai, dan tetap mempertahankan saling menghormati antar pemeluk agama yang ada. Apalagi di Kalbar kehidupan umat beragama sangat beragam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/h-mulyadi_20160205_215800.jpg)