Ada Sinyal Kuat Reshuffle Kabinet

Jokowi juga mulai memanggil para menteri yang disebut-disebut bakal dia copot atau hanya akan digeser posisinya.

Penulis: Ahmad Suroso | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUN FILE/IST
Reshuffle 

Konkretnya, reshuffle kabinet tentu diharapkan tidak akan menimbulkan gonjang ganjing dan pertikaian diantara menteri.

Para menteri diharapkan terus fokus bekerja demi kepentingan rakyat dan terwujudnya kesejahteraan. Harapannnya setelah reshuffle tidak ada lagi menteri yang mencari popularitas. Yang penting kerja, kerja, dan kerja, sesuai visi-misi Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Tiba-tiba Ingat Reshuffle

Bila benar pekan ini Presiden Jokowi melakukan perombakan jilid kedua, kita berharap bukan didasari untuk mengakomodasi kepentingan partai politik Golkar dan PAN yang kini berada di barisan pemerintah. Sebab praktik ini mengingkari janjinya di awal pemerintahan dulu; tak akan bagi-bagi kursi.

Perombakan kabinet semestinya mengganti menteri yang lamban dan sulit berkoordinasi. Jika Jokowi ingin mengganti beberapa menterinya yang dinilai tidak cakap, ia harus merujuk pada tujuannya, yakni memperbaiki ekonomi yang kini tengah lesu.

Semestinya, Jokowi fokus pada kementerian di bidang ekonomi, seperti keuangan, perdagangan, perencanaan, pertanian, dan badan usaha milik negara.

Modal utama Presiden dalam memerintah adalah kepercayaan publik. Menurut sejumlah survei yang dikutip Tempo, kepercayaan masyarakat kepada Presiden Jokowi yang kini masih tinggi harus dikembangkan menjadi kepercayaan kepada kabinet dan kepada birokrasi. Semoga!!.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved