Warga Kalbar Pertanyakan Kehalalan Daging Kerbau dan Jeroan Impor
Di Indonesia, konsumennya itu kebanyakan muslim. Kalau muslim, cara pemotongannya harus benar-benar diperhatikan.
Penulis: Ishak | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rencana Pemerintah Pusat, melalu Kementerian Pertanian (Kementan) mengimpor jeroan dan daging sapi dari India, mendapat sorotan negatif dari beberapa kalangan masyarakat. Aspek kehalalannya, jadi satu diantara yang dipertanyakan
“Di Indonesia, konsumennya itu kebanyakan muslim. Kalau muslim, cara pemotongannya harus benar-benar diperhatikan. Harus sesuai syariatnya. Kalau tidak dipotong sesuai syariatnya, hewan itu haram jadinya,” ujar satu di antara masyarakat Kalbar, Anang Supriatna (45), saat dijumpai, Rabu (20/7/2016).
Pemerintah, menurutnya harus memperhatikan seluruh aspek yang dibutuhkan rakyatnya. Sehingga, tak hanya mengejar pemenuhan kebutuhan protein bagi rakyatnya, atau sekadar mencari alternatif yang lebih murah, akan tetapi juga aspek lainnya, sepeti kesehatan dan kebersihan daging, serta kehalalannya.
Selain itu, Pemerintah, diharapkannya tak menjadikan impor sebagai tulang punggung kebijakan pemenuhan pangan nasional. Impor, dinilai tak semestinya diandalkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/anang-supriatna_20160720_173558.jpg)