Libur Lebaran Usai, Sampah Berserakan di Pantai Pulau Datuk
Kalau kita di Kalbar memang tempat wisata cukup banyak, tapi tidak terkelola dengan baik.
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Meski hari ini masa cuti bersama Idul Fitri usai, Pantai Pulau Datuk masih saja dipadati wisatawan dari dalam maupun luar Kabupaten Kayong Utara.
Namun sangat disayangkan terhitung sejak hari pertama lebaran Idul Fitri yang jatuh pada tanggal (6/7) hingga Senin (11/7) tampak keadaan pantai kumuh dan kotor.
Satu di antara pengunjung Pantai Pulau Datuk, Abdul mengaku sudah tidak heran dengan pengelolaan beberapa tempat wisata yang ada di Kalimantan.
Menurutnya, banyak tempat wisata yang ada tidak terkelola dengan baik, dan terkesan kumuh saat menjelang hari-hari besar.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan beberapa tempat wisata kumuh paska hari-hari besar, di antaranya lemahnya kesadaraan masyarakat akan lingkungan kawasan pantai. Kedua, kurangnya sarana tempat sampah yang tersedia disekitar kawasan Pantai.
"Kalau kita di Kalbar memang tempat wisata cukup banyak, tapi tidak terkelola dengan baik. Masyarakat kita memang kurang rasa memiliki, kurang sadar akan kebersihan pantai," kata Abdul, Senin (11/7/2016).
Sementara itu Kepala Dinas Budaya Pemuda dan Olahraga Mas Yuliandi mengaku adanya isu penutupan Pantai Pulau Datuk yang berdampak dengan jumlah pengunjung pantai tersebut.
"Ya sebelumnya memang ada berita yang tidak jelas, bahwa Pantai Pulau Datuk di tutup, padahal yang ditutup itu hanya lokasi pembangunan sail saja," terang Mas Yuliandi.
Terkait kotornya Pantai Pulau Datuk Paska hari raya Idul Fitri, dirinya mengatakan dalam minggu ini pihak kebersihan akan melakukan bersih-bersih pantai. "Dalam minggu ini petugas kita akan bersihkan pantai," katanya.