Bangkit dari Tidur Panjang
234 SC sendiri memiliki kode etik yaitu yang pertama taat kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut agama masing-masing
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Semua komunitas pasti memiliki latar belakang terbentuknya, tak terkecuali yang satu ini. Jika kita lihat lebih jauh, sejarah menceritakan, awalnya 234 SC adalah merupakan singkatan dari 234 Soerjosoemarno Clan, sedangkan lambang sayap terbang sendiri dibuat oleh Alm.K.P.H Soetarjo Soerjosoemarno, yang merupakan Ayahhanda dari K.P.H Japto Soelistyo Soerjosoemarno.
Lambang tersebut dibuat untuk keikutsertaan olah raga terjun payung tingkat dunia yang pertama kali diselenggarakan di Australia pada era tahun 80an Seiring berjalannya komunitas ini diteruskan dan dikembangkan oleh anak kandung dari K.P.H. Japto Soelistyo Soerjosoemarno., yaitu YTH. K.R.M.H. Sahid Abishalom Soerjosoemarno (Ketua Umum)
234 SC memiliki sayap yang begitu lebar dan membuatnya begitu dikenal dan dipandang oleh banyak orang sehingga menimbulkan ketertarikan terhadap figur dari seorang Japto S.S dan Sahid Abi Shalom, sehingga banyak orang umum berminat untuk bergabung dalam 234 SC.
Atas dasar alasan tersebut, para petinggi 234 SC membuka untuk umum bagi siapapun untuk ikut bergabung menjadi anggota 234 SC, dimana yang sebelumnya 234 SC adalah Soerjosoemarno Clan, yang kemudian singkatannya berubah menjadi 234 Solidarity Community.
Komunitas ini kemudian merambah keseluruh kota di Indonesia tak terkecuali Pontianak. Ketua 234 SC Pontianak, Muhammad Subhan mengatakan 234 SC memiliki visi dan misi yaitu mempersatukan pemuda-pemudi untuk menjadikan bagian dari sebuah keluarga besar dan memiliki tingkat solidaritas yang tinggi, menampung bakat dan kreatifitas pemuda pemudi dalam berbagai bidang seperti sosial, seni, budaya, olah raga, otomotif maupun kepemudaan lainnya serta menjaga silahturahmi dan mempererat persatuan serta kesatuan anak-anak muda bangsa Indonesia, yang memiliki nasionalisme tinggi.
"234 SC sendiri memiliki kode etik yaitu yang pertama taat kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut agama masing-masing, taat dan tunduk kepada hukum yang berlaku di negara ini, tidak terlibat penggunaan dan pengedaran narkoba, bersifat setiakawan dan menjaga kesatuan dalam rasa kekeluargaan, menjaga nama baik dan keutuhan 234 Solidarity Community, serta terakhir selalu rendah diri dan saling mengayomi antar anggota maupun kepada masyarakat," ujarnya.
234 SC Pontianak hingga saat ini memiliki 36 orang anggota. Sempat vakum selama 5 tahun dikarenakan adanya perpindahan domisili sang ketua, kini 234 SC mulai bangkit kembali dengan struktur organisasi baru dan program-program baru. Kegiatan yang sudah dilakukan sejak kembali bangkit yaitu pada bulan ramadan kemarin, 234 SC menggelar acara buka puasa bersama dan sahur di panti asuhan.
Rencana ke depan akan ada kegiatan lain yang ditargetkan akan digelar pada dua momen penting yaitu 17 Agustus dan Sumpah Pemuda. Ia berharap kedepannya kegiatan-kegiatan yang sudah ditargetkan akan terlaksana dengan baik.
"Kami sekarang SC Pontianak, kami belum di deglarasikan pusat karena dari pembina H Firman Muntaco dan Syarif Machmud Alkadrie dan dari pusat juga mengharapkan SC yang ada di tingkat provinsi bukan kota. Saat ini kota juga persiapkan SC tingkat provinsi. Kami saat ini sudah ada memayungi ada pembinanya, juga sudah dapat support dari pusat dan pembina. Kami sudah tidak ragu lagi untuk menggelar acara atau kegiatan atas nama 234 SC. Kita juga selalu minta izin pusat kalau akan membuat kegiatan. Bagi yang ingin bergabung bisa lihat di ig kami di @234sc_pontianak, bisa ke Sekretariat Jln. Sekadau Komp. Untan Pontianak atau dapat menghubungi Wahid Hussien di 081271137803 dan Fahmi Abror 08125626840," tukasnya.
Berkembang Lebih Besar
Wakil Ketua 234 SC Pontianak, Yossi Trianda Putra, mengatakan dirinya sudah bergabung sejak awal berdiri, dirinya tahu betul jatuh bangun komunitas ini. Sebagai orang lama, ia tentu berharap agar 234 SC bisa terus eksis sampai kapanpun.
"Komunitas ini untuk semua kalangan pemuda yang punya visi dan misi yang sama.Harapan ke depan bisa berkembang lebih besar dan positif untuk pengembangan kami kedepannya," katanya.
Anggota perempuan 234 SC atau yang biasa disebut Srikandi, Della Puspita yang baru sebulan ini bergabung turut takjub dengan komunitas berazazkan solidaritas ini. Ia menilai 234 SC memiliki kegiatan yang sangat bermanfaat untuk kemanusiaan.
"Karena lihat solidaritasnya bagus banyak kegiatan sosial bermanfaat yang digelar harapannya semakin banyak yang mau bergabung bersama kami, sampai saat ini srikandi ada 8 orang dan tentu kami berharap jumlah ini akan semakin bertambah," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/234-solidarity-community-pontianak-1_20160710_113312.jpg)