Target Cetak Sawah 4000 Hektare di Landak Sudah Jadi
Cetak sawah adalah program Pemerintah pusat. Karena Kadis Pertanian juga tidak pernah mengatakan kepada masyarakat bahwa cetak sawah adalah...
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Tanaman dan Hortikultura (Perlintan) Dinas Pertanian (Distan) Landak, Donmiratno menegaskan, program cetak sawah yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo memang bukan program Distan Landak.
"Itu juga bukan program dari Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Landak, cetak sawah adalah program Pemerintah pusat. Karena Kadis Pertanian juga tidak pernah mengatakan kepada masyarakat bahwa cetak sawah adalah program Dinas," ujarnya kepada wartawan pada Senin (27/6/2016).
Lanjut Donmiratno, sehingga program cetak sawah adalah program yang dicanangkan Presiden. Kemudian dari Presiden turun ke Pemprov dan Pemkab yang bekerjasama dengan pihak TNI AD.
"Sesuai dengan MoU yang dilakukan oleh Kementrian Pertanian bersama Panglima TNI di Jakarta. Jadi untuk di Landak sendiri, memang leading sektornya adalah dari Dinas Pertanian juga,” ungkapnya.
Dijelaskannya lagi, untuk saat ini hasil cetak sawah tersebut rata-rata sudah siap tanam. "Tanam per hektare itu untuk 25 Kg benih, selanjutnya ada pupuk, racun hama. Kemudian nanti menyusul sertifikasi yang lagi digodok oleh BPN,” terangnya.
Di samping itu, dari target 4000 hektare program cetak sawah untuk di Landak. Sampai dengan saat ini semuanya sudah mencapai 4000 hektare lebih.
"Untuk tahap kedua segera menyusul, sesuai dengan permintaaan dari masyarakat," paparnya.
Bahkan kata Donminarto, sekarang pun para petani banyak yang bertanya kapan cetak sawah dilaksanakan kembali. "Makanya nanti ada tahap kedua, hanya waktunya belum ditentukan. Program cetak sawah dimulai dari tahun 2016 hingga tahun 2019 mendatang,” tambahnya
Diakuinya juga untuk saat ini program cetak sawah terhambat dengan pembayaran kepada kontraktor. Hal tersebut dikarenakan dana di Kodam lagi kosong.
"Dana ini memang datangnya dari Kementan, karena Kementan melakukan MoU dengan Panglima TNI," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/donmiratno_20160627_204607.jpg)