Para Pejabat Jepang Sibuk Buru Beruang Pemangsa Manusia
Selain meminta warga menjauh dari pegunungan, para pejabat Jepang kini telah memasang perangkap beruang.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TOKYO - Pemerintah Jepang memperingatkan warganya untuk menjauh dari pegunungan setelah empat orang tewas dimangsa beruang.
Korban terbaru adalah Tsuwa Suzuki (74). Jasad perempuan tua itu yang hampir tidak bisa dikenali akibat luka-lukanya itu ditemukan di dekat pegunungan di Prefektur Akita.
Menurut laporan dari lembaga penyiaran publik Jepang, NHK, Suzuki telah pergi mencari tanaman liar yang dapat dimakan.
Baca: 23 Tahun Pasangan Suami-Istri Ini Serumah dengan Beruang
Sebelum kematian Suzuki terungkap, bulan lalu tiga orang tewas dalam insiden terpisah saat panen bambu. Dua korban berusia 70-an tahun, sedangkan satu korban lainya berusia 60-an tahun.
Berbicara kepada kantor berita Kyodo, dokter hewan setempat, Taksehi Komatsu, mengatakan logis bila para korban itu semuanya dibunuh beruang yang sama.
"Setelah mencicipi daging manusia (untuk pertama kalinya), beruang mungkin telah menyadari bahwa itu bisa mereka makan," kata Takeshi Komatsu.
Selain meminta warga menjauh dari pegunungan, para pejabat Jepang kini telah memasang perangkap beruang.
Baca: Manjanya Beruang Honey Saat Nikmati Madu
Kematian empat orang akibat serangan beruang tersebut merupakan jumlah tertinggi. Sebab, antara 1979-2015 hanya ada delapan korban jiwa akibat serangan beruang.
Menurut laporan media Jepang, ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah penampakan beruang di Jepang utara.
Pada 2016, ada penampakan lebih dari 1.200 ekor beruang coklat dan beruang Asia hitam, atau hampir dua kali lipat dari data 2015 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/beruang-coklat_20160614_125310.jpg)