Permainan Layangan Telan Korban
BREAKING NEWS : Pihak Keluarga Ikhlaskan Kepergian Fikri
Fani menegaskan, pihak keluarga juga tidak dapat menyalahkan warga yang bermain layang-layang.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Steven Greatness
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saudara kandung korban, Fani (34) mengatakan, kejadian yang menimpa adik bungsunya itu, sudah diikhlaskan pihak keluarga.
Namun, ia berharap, Pemerintah Kota Pontianak, dapat mengambil langkah terbaik, agar kasus serupa tak terulang kembali.
"Kedepannya semoga ndak ada lagi korban-korban yang lain, cukuplah adik saya ini yang terakhir, mudah-mudahan ndak ada lagi," ujarnya saat ditemui di kediamannya di Gang Lanjut No 25, Jl Merdeka, Pontianak Kota, Selasa (14/6/2016) malam.
Menurutnya, warga masyarakat kini sama-sama telah mengetahui akan bahayanya bermain layang-layang. Tidak hanya bahaya dalam penggunaan tali kawat saja, namun juga terkadang, tali biasa layang-layang saja, jika melintang di jalan, juga dapat membahayakan pengendara.
Fani menegaskan, pihak keluarga juga tidak dapat menyalahkan warga yang bermain layang-layang. Namun, paling tidak pihaknya berharap, jika masyarakat ingin bermain, agar tidak bermain di pusat kota, yang padat lalulintas kendaraan dan pemukiman.
Sebelumnya diberitakan, seorang anak usia 12 tahun, Fikri As Saiydah tewas kesetrum listrik, setelah memegang tali layang-layang yang dikejarnya di Gang Belibis, Jl Merdeka, Pontianak Kota, Selasa (14/6/2016) sekitar pukul 16.30 WIB.
Bagaimana kronologi kejadiannya, semua ada di harian cetak Tribun Pontianak edisi Rabu (15/6/2016).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/duka-kesetrum_20160614_210313.jpg)