Kim Jong-un Izinkan Wanita Korut Caci Pria yang Merokok

Kami, perempuan, akan sangat senang jika orang berhenti merokok. Ibu menjadi sangat cemas ketika dia tahu anaknya adalah seorang perokok.

Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUN FILE/IST
Kim Jong-un 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PYONGYANG - Kim Jong-un, diktator muda Korea Utara (Korut) membolehkan para wanita di negara itu mencaci pria yang merokok.

Korut telah meluncurkan video propaganda yang menampilkan para wanita mencaci pria yang merokok. Video propaganda rezim Kim Jong-un ini sekilas aneh, mengingat negara itu selama ini mengekang pendapat warganya, terutama kaum perempuan.

Menurut laporan kantor berita Yonhap, lebih dari 10 wanita Korut muncul dalam kampanye anti-merokok yang diluncurkan pemerintah Pyongyang. Namun, sekitar setengah dari semua pria di negara itu tercatat sebagai perokok.

Berbicara di depan kamera, para wanita melontarkan slogan untuk mengecam para pria yang merokok. (Baca: Kim Jong-un Paranoid Terhadap Makanan)

"Saya pikir pria yang mulai merokok dari pagi sangat kasar dan tidak memiliki akal sehat," kata satu wanita dalam video kampanye anti-merokok itu.

"Pria yang tidak mendengarkan saran perempuan untuk berhenti merokok mereka tidak berpikir bahwa merokok buruk bagi kesehatan mereka," lanjut wanita itu.

Wanita Korut lainnya menyampaikan pesan; "Kami, perempuan, akan sangat senang jika orang berhenti merokok. Ibu menjadi sangat cemas ketika dia tahu anaknya adalah seorang perokok," katanya.

Anehnya, Kim Jong-un sendiri dalam beberapa kesempatan terlihat merokok. (Baca: Wanita Cantik Ajak Berhenti Merokok, Masih Juga Dicibir)

Meski demikian, Jeon Yong-sun, profesor riset di Institute of Humaniora for Unification di Universitas Konkuk Korea Selatan, memuji kebijakan Kim Jong-un yang membebaskan para perempuan berpendapat.

"Ini sangat luar biasa bahwa sekelompok warga perempuan muncul di media milik negara dan mengekspresikan pendapat mereka," katanya.

"Negara ini sedang mencoba metode baru untuk menurunkan tingkat perokok kaum laki-laki Korut, yang tercatat lebih dari 50 persen," ujarnya, Rabu (25/5/2016).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved