Pekan Gawai Dayak XXXI
Lomba Tangkap Babi di PGD
Selain itu ia juga mencoba membawa tradisi yang ada di daerah untuk juga di gelar pada PGD ke 31 kali ini.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gelaran Pekan Gawai Dayak yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar dengan dipukulnya Kakuang sebanyak tujuh kali di Rumah Radakng, Jumat (20/5/2016). Pengunjung dari berbagai daerah termasuk negara tetangga ikut serta menyaksikan event tahunan ini.
BACA JUGA: Presiden Dayak Disambut Upacara Adat Kanayan
"Dari pelaksaaan sudah berjalan dengan baik, walaupun pembukaan sedikit terlambat namun waktunya sudah sesuai termasuk saat pelaksanaan display budaya. Meliaht dari animo pengunjung kami sangat puas karena mereka sangat menyambut baik, termasuk dari Serawak dan Sabah, " ujar Ketua Pelaksana PGD ke 31, Irenius Kadem kepada Tribun, Jumat (20/5/2016).
BACA JUGA: Cornelis Inginkan Pekan Gawai Dayak Hanya Digelar di Pusat, Tak Ada Lagi PGD di Daerah-daerah
Menurutnya pada pelaksanaan PGD ke-31 ini juga ditampilkan berbagai kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tentu saja menurutnya selain untuk semakin memeriahkan PGD ke-31 juga untuk manarik minat pengunjung.
"Sebelumnya kami juga gelar upacara adat mamandung dengan menombak sapi, ini biayanya tidak murah. namun kami coba gelar tentu agar pelaksanaan PGD ke 31 ini lebih menarik selain tentunya sebagai penghormatan pada sang maha kuasa," tuturnya.
Selain itu ia juga mencoba membawa tradisi yang ada di daerah untuk juga di gelar pada PGD ke 31 kali ini.
"Pada perlombaan misalnya kami juga gelar lomba menangkap babi, dimana ini di daerah sering kali dilakukan," ujarnya.
Dari kegiatan PGD sebagai wisata kalbar menurutnya sangat memberikan efek domino yang sangat baik pada Kalbar. Khususnya menurutnya dari aspek ekonomi dengan banyaknya pengunjung yang berdatangan ke Kalbar.
"Para pengunjung ini juga datang dari luar Kalbar bahkan dari Luar Negeri juga, mereka inikan menginap disini, makan disini dan belanja disini. Dimana semua itu merupkan produk dari masyarakat Kalbar, dan inilah bentuk dari industri pariwisata," ungkapnya.
Ia berharap gelaran PGD ke 31 ini dapat berjalan dengan sukses hingga akhir dan menghilangkan pendangan buruk pada PGD yang terkesan berfoya-foya. Dimana pada PGD ke 31 ini tidak lagi diperkenankan adanya jual beli arak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ribuan-masyarakat-berpakaian_20160520_212249.jpg)