Liputan Khusus
Sukses Bisnis Transportasi Berbasis Online Rambah Kalbar
Terkait aplikasi, ia menyatakan, dalam waktu dekat akan beralih ke aplikasi khusus
Syarat bergabung dengan melengkapi berkas di antaranya STNK (Fotokopi, apabila STNK atas nama orang lain maka harus melampirkan KTP yang ada di STNK tersebut), fotokopi KTP, SIM, SKCK, dan Kartu Keluarga.
Bagi yang ingin bergabung bisa mengakses website atau email partner@tripy.id. "Kalau Aplikasi dapat di download di googleplay dan appstore dengan keyword Tripy Indonesia atau dapat diakses melalui website kami," imbuhnya.
Pihaknya akan test ride, 18 Mei untuk media dan official launching, 20 Mei 2016. Saat ini armada Tripy 20 unit mobil dan 40 sepeda motor. Jumlahnya akan mengikuti sesuai demand masyarakat.
Jika Tripy baru akan melayani delivery untuk Tripy Moto, Bujang Kurir, sudah lebih dahulu berjalan. Pendiri dan Pemilik Bujang Kurir, Riszky Ramadhan (30), mengakui usahanya terinspirasi layanan ojek online di Jakarta.
Namun ia mengaku, tidak mengadopsi mentah-mentah konsep tersebut. Tapi, mengadopsinya bahkan hingga 90 persen. "Karena memang di Bujang Kurir kami punya SOP sendiri. Seperti untuk penentuan harga, kalau di tempat lain, pakai tarif berdasarkan harga per kilometer, di kami tidak," kata Rizky saat ditemui di Kantor Bujang Kurir, Jl HM Suwignyo, Kompleks Suwignyo Permai 2.
Ia menjelaskan, di Bujang Kurir, penetapan tarif, dibuat berdasarkan mapping area. Harga, dibedakan menjadi dua area, Black Area dan Yellow Area. Black Area, mengacu pada wilayah Kota Pontianak, sedangkan Yellow Area, khusus untuk pinggiran Pontianak, seperi Sungai Raya dan Sungai Raya Dalam, Kubu Raya.
Begitu pula terkait tarif. Pada Black Area, tarifnya dikenakan flat Rp 15 ribu. Sedanghkan Yellow Area, tarifnya relatif lebih bervariasi. Rentangnya antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Selain itu, biasanya juga dikenakan charge (tambahan biaya) Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, untuk pembelian yang tidak searah. "Tapi jarang sih yang ada kena charge biaya. Konsumen biasanya juga cerdas. Mereka pilih yang searah," ujarnya.
Seribu Order
Untuk sistem pemesanan, ia menjelaskan, saat ini masih mengandalakan BlackBerry Massanger (BBM) dan Aplikasi Whatsapp. "Order dari pelanggan, operator yang handle. Setelah itu, baru di-forward ke kurir," jelasnya.
Terkait aplikasi, ia menyatakan, dalam waktu dekat akan beralih ke aplikasi khusus, seperti yang digunakan pada penyedia jasa layanan transportasi online lainnya yang berbasis android.
"Insya Allah bulan depan, pas setahun Bujang Kurir berjalan, mau lauching aplikasi. Ini juga muncul dari saran pengguna jasa Bujang Kurir. Kenapa itu menjadi penting sekarang, karena pelanggan kita memang bukan dari Pontaianak saja. Bahkan dari Kuching, Malaysia, juga ada," bebernya.
Dirinya menjelaskan, aplikasi ini, murni dirancang oleh pengembang lokal. Ia mengaku berkerja sama dengan satu di antara akademisi dan praktisi teknologi informasi terkemuka di Pontianak.
Ditanya mengenai detail aplikasi, ia memaparkan ada tiga aplikasi. Satu aplikasi disiapkan untuk kurir, satu aplikasi untuk operator, dan satu aplikasi untuk pelanggan. Aplikasi ini nantinya akan saling tersinkronisasi.
Saat Kawan Bujang (pengguna jasa Bujang Kurir), mendownload, mereka akan diminta untuk register dulu. Setelah itu, otomatis diteruskan ke operator, yang selanjutnya akan meneruskan kepada kurir di lapangan. "Intinya begini, saya mau tetap ada peran manusia di aplikasi itu. Karakter pelanggan di Pontianak berbeda. Sesuai tagline kami, Cuace Panas Abang Ganas, Huja Lebat Abang Semangat. Pokoknye, Adek Pesan Abang Antar," paparnya.
Selama ini, pemesanan bisa dilakukan via BBM di PIN 5BD28C51 dan WhatsApp di nomor 081360053300. Setahun menggagas bisnis, Riszky kini bisa tersenyum lebar. Dalam sebulan ia kini melayani seribuan lebih order. "Terakhir April lalu, kami layani 1.474 orderan pelanggan. Hingga pertengahan Mei ini, sudah tembus 800 lebih," ucap Alumnus Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.
Ia pun yakin, usahanya yang digelutinya ini akan meraih hasil lebih besar di masa mendatang. "Butuh tiga bulan mengedukasi pelanggan. Tepat di bulan keempat, barulah mulai terasa hasilnya. Sampai sekarang, bahkan terus meningkat progresnya. Bulan pertama 5 orderan, bulan kedua 14 orderan, bulan ketiga 27 orderan. Baru pada bulan keempat melonjak 217 orderan," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/seorang-mahasiswi-amel_20160517_222905.jpg)