Liputan Khusus
Sukses Bisnis Transportasi Berbasis Online Rambah Kalbar
Terkait aplikasi, ia menyatakan, dalam waktu dekat akan beralih ke aplikasi khusus
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kesuksesan aplikasi transportasi berbasis online seperti Gojek dan Grab di Jakarta, ikut memantik pengusaha di Kalbar menekuni bisnis serupa. Di Pontianak misalnya ada Mr Jek, Jekpot, Bujang Kurir, dan yang terbaru Tripy.
CEO PT Tripy Transmoda Indonesia, Rizal Bakri, mengatakan bisnis yang dirintisnya ini berawal dari keinginan adanya moda transportasi alternatif bagi warga Pontianak yang nyaman, aman, dengan harga transparan.
Karena itulah, ia mencoba membangun sebuah aplikasi untuk memfasilitasi kebutuhan warga tersebut. "Ide tercetus di awal 2016. Dibutuhkan waktu kira-kira 3 bulan untuk mewujudkan aplikasi ini. Tidak dipungkiri, kita terinspirasi kesuksesan aplikasi Gojek dan Grab di Jakarta. Kita punya tim untuk develop aplikasi ini," kata Rizal kepada Tribun, Rabu (11/5/2016).
Ia bersama tim mencoba membangun aplikasi serupa dengan tambahan fitur chatting yang akan memudahkan konsumen berkomunikasi langsung dengan driver. Aplikasi ini juga tersedia untuk pengguna android dan iOS.
Dipilihnya aplikasi berbasis online karena pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia, termasuk Kalbar, sangat tinggi. Jasa yang mereka tawarkan akan sangat mudah diakses dengan menggunakan smartphone.
Pengguna jasa tidak perlu menelepon, SMS, atau menggunakan metode konvensional lainnya. Hanya dengan beberapa sentuhan di layar, konsumen dengan mudah sudah dapat menggunakan jasa Tripy. "Aplikasi ini juga bermanfaat bagi wisatawan yang berkunjung ke Pontianak. Mereka akan lebih mudah mengeksplorasi kota dengan armada yang kami miliki," ujar Rizal.
Pemuda Pontianak ini menjelaskan Tripy memiliki dua jenis moda transportasi, yaitu Tripy Car (mobil) dan Tripy Moto (motor). Bentuk layanan adalah antar jemput. Khusus untuk Tripy Moto bisa digunakan juga untuk jasa delivery.
Tripy bekerjasama dengan beberapa partner untuk memenuhi kebutuhan armada. Mereka terdiri dari perusahaan penyedia jasa transportasi dan pribadi-pribadi yang ingin bergabung dengan Tripy.
"Jumlah pastinya belum bisa kami infokan pada saat ini. Armada yang bergabung dengan kami harus layak baik dari sisi kenyamanan dan keamanan. Untuk mobil dan motor tidak boleh berumur lebih dari 5 tahun," tuturnya.
Rizal menerangkan, biaya tarif dihitung berdasar jarak (per kilometer), sehingga harga yang dibayarkan konsumen lebih murah. Konsumen juga dapat langsung menghitung sendiri estimasi harga melalui aplikasi Tripy.
Penetapan tarif saat ini diakuinya belum final. Hal ini mesti didiskusikan bersama tim dan melibatkan partner driver serta melakukan riset terhadap daya beli warga Pontianak. Tarif motor akan lebih murah dibandingkan mobil.
Jika penumpang sudah on-board, dan ternyata mereka berhenti dulu sebelum sampai ke tempat tujuan, biaya akan dihitung per menit. "Berapa tarif yang akan kami gunakan akan kami informasikan ketika launching nanti. Yang jelas tarif kami akan sangat murah karena dihitung berdasarkan kilometer," jelasnya.
Seleksi Ketat
Keselamatan penumpang, tegas Rizal merupakan konsen utama Tripy. Perusahaan akan menerapkan standard operating procedure (SOP) ketat untuk hal ini. Screening ketat juga diberikan pada driver. Mereka akan diberikan pelatihan baik soal jalan, tujuan wisata dan pelayanan terhadap konsumen.
"Mereka harus melengkapi dokumen seperti SIM, SKCK, kelayakan kendaraan dan dokumen pendukung lainnya. Untuk penumpang akan kami asuransikan selama menggunakan armada kami," papar Rizal.
Tripy juga membuka kesempatan kepada pengemudi untuk bergabung dengan waktu kerja yang fleksible, mereka akan mendapatkan pemasukkan tambahan dari kendaraan yang mereka miliki berdasarkan komisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/seorang-mahasiswi-amel_20160517_222905.jpg)