Pekan Gawai Dayak XXXI
Display Budaya Warnai Pembukaan PGD 31
Para petugas tampak sedang bekerja menyempurnakan keperluan-keperluan yang akan digunakan dalam PGD ke-31.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pagelaran Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat ke-31 tahun 2016 berlangsung selama sepekan mulai Jumat (20/5/2016) hingga Jumat (27/5/2016) di Rumah Radakng Jl Sultan Syahrir, Pontianak.
Tema yang diangkat yakni masyarakat Adat Dayak Kalbar siap mensukseskan MEA dengan sub tema melalui Pekan Gawai Dayak ke-31 tahun 2016, kita angkat seni dan budaya dayak yang unik dan bermartabat.
Pantauan Tribun, beberapa stand baik di Rumah Radakng maupun halaman sekitar telah berdiri. Lokasi ritual adat yang nantinya akan dihelat juga hampir selesai disiapkan.
Pondok kecil sebagai kandang beserta satu ekor sapi di dalamnya telah hampir selesai. Spanduk, aksesoris, sound system dan semua keperluan lain mulai di pasang.
Para petugas tampak sedang bekerja menyempurnakan keperluan-keperluan yang akan digunakan dalam PGD ke-31. Ada yang bertukang mengerjakan stand, kandang dan hal-hal lain yang perlu dikerjakan dengan alat tukang.
Ada juga yang memasang sound system, merajut hiasan dari janur kelapa, dan beberapa hiasan lainnya.
Akan ada beberapa kegiatan dalam Pekan Gawai Dayak ke-31 di antaranya upacara pembukaan, display budaya, upacara adat, pameran kerajinan rakyat, berbagai lomba dan wisata kuliner.
“Display budaya nanti akan ada mobil hias, peserta bujang dara, sanggar-sanggar, barisan music, kelompok seni dan multi etnis,” kata Ketua Panitia Irenius Kadem.
Rute display budaya dimulai dari Jl Sultan Sjahrir, Jl Sultan Abdurahman, Jl KH Ahmad Dahlan, Jl Teuku Umar, Jl Diponegoro, Jl Tanjungpura, Jl Pahlawan, Jl Gajahmada, Jl Gusti SUlung Lelanang, Jl Sultan Abdurahman, Jl Sultan Sjahrir dan finish di Rumah Radakng yang dilakukan setelah pembukaan PGD ke-31.
Untuk kegiatan pameran ada dua jenis yakni kerajinan rakyat dan makanan tradisional dayak. Sementara lomba permainan rakyat yakni menyumpit, langka gasing dan menangkap babi.
Pementasan dan pertunjukan seni di antaranya lomba tari dayak kreasi, lagu dayak dewasa dan anak-anak, sastra lisan, parade lagu-lagu dayak, parade tari dayak dan sendratasik (seni drama, tari dan musik) dayak.
Ada juga peragaan busana dan pemilihan Bujang Dara Gawai yang terdiri lomba busana dayak kreasi untuk anak-anak, lomba bujang dan dara gawai 2016.
Kemudian lomba seni rupa terdiri dari melukis perisai, kanvas, memahat atau mematung, menganyam manik dan tatto.
Upacara penutupan dengan penobatan bujang dan dara gawai dayak 2016 oleh Gubernur Kalimantan Barat.
Dalam wisata kuliner ini panitia bersepakat ingin mengubah stigma pemikiran masyarakat yang seolah-olah gawai itu diidentikkan dengan mabuk-mabukan, tahun ini tidak boleh ada yang sampai mabuk dan menjual arak.
“Selain itu untuk aturan tertentu, apabila ada pelanggaran adat akan diberlakukan hukum adat siapapun dia, peserta, pengunjung bahkan panitia,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan dapat berjalan lancar dari awal hingga berakhirnya Pekan Gawai Dayak ke-31.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gawai-adat-naik-dango-di-toho_20160427_163815.jpg)